Jakarta Diprediksi Tenggelam dan Hilang Akibat Perubahan Iklim
Jakarta diprediksi akan tenggelam dan hilang di masa depan akibat perubahan iklim. Hal ini dipicu oleh melelehnya es di kutub yang menyebabkan peningkatan ketinggian air laut secara signifikan di berbagai belahan dunia. Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau NASA memperkirakan bahwa ketinggian air laut akan naik sekitar 3 hingga 6 kaki pada tahun 2100. Jika hal itu terjadi, ratusan juta orang di seluruh dunia berpotensi kehilangan tempat tinggal mereka karena wilayahnya terendam.
Jakarta: Salah Satu Kota yang Paling Cepat Tenggelam di Dunia
Melansir Sciencing, beberapa wilayah pesisir yang padat penduduk sudah mulai terancam hilang karena tersapu air laut. Selain itu, bencana banjir yang merupakan masalah umum kini dilaporkan terjadi jauh lebih sering dari sebelumnya. Di awal Maret 2025 saja, banjir telah menggenangi beberapa area di Jabodetabek dan Jawa, dengan Bekasi mencatat kondisi banjir terparah dibandingkan tahun sebelumnya. Jakarta diketahui merupakan salah satu kota yang paling cepat tenggelam di dunia, dan berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi masalah ini, termasuk rencana pemindahan ibu kota ke Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur.
Kota-kota Lain yang Terancam Tenggelam
Sejumlah kota besar lainnya juga diprediksi tenggelam akibat perubahan iklim, di antaranya:
- Alexandria, Mesir: Kota terbesar kedua di Mesir ini memiliki populasi yang ditaksir mencapai 5,7 juta orang pada 2024. Hingga saat ini, Alexandria menjadi salah satu hub penting untuk perdagangan transbenua, terutama pengapalan minyak. Namun, panel iklim PBB memperkirakan sebanyak 30% kota tersebut dapat terendam air pada tahun 2050.
- Miami, Florida: Miami diestimasikan memiliki populasi 460.000 orang pada 2024. Lebih dari setengah area Miami-Dade County terancam tenggelam pada 2060 mendatang.
- Lagos, Nigeria: Lagos adalah kota terbesar di Afrika dengan populasi sebanyak 16,5 juta orang pada 2024. Saat ini, area tersebut memiliki level tenggelam lebih dari 3 inci per tahun.
Berbagai faktor seperti pencairan gletser, aktivitas seismis, dan urbanisasi yang tidak terkendali menjadi pemicu utama dari potensi tenggelamnya kota-kota besar di dunia akibat perubahan iklim.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa upaya mitigasi perubahan iklim dan penyelamatan lingkungan sangat penting untuk menghindari bencana yang lebih besar di masa depan.












