Berita  

Dugaan Skandal Palsu Riset Warga RI: Menteri-DPR Angkat Bicara

Dugaan Skandal Pemalsuan Riset WNI di Konferensi Global

Jakarta, CNBC Indonesia – Komunitas akademis di Indonesia dihebohkan dengan dugaan skandal pemalsuan riset yang melibatkan warga negara Indonesia (WNI) dalam International Symposium on Pneumococci and Pneumococcal Diseases (ISPPD) di Denmark. Konferensi ilmiah yang berlangsung pada 17-21 Mei tersebut menuai sorotan karena dianggap melanggar integritas akademik.

Mendikti: Pendalaman dan Koordinasi Terus Dilakukan

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang mendalami dugaan riset palsu yang dilakukan oleh para WNI dalam forum tersebut. Brian menekankan pentingnya menjaga integritas akademik dan etika penelitian, dan menegaskan bahwa koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk mengungkap kebenarannya.

Saat ini, pihak Mendiktisaintek masih melakukan investigasi mendalam terkait fakta-fakta dan status para WNI yang terlibat dalam kasus ini. Dia juga menggarisbawahi pentingnya memberikan ruang klarifikasi dan melakukan verifikasi berdasarkan bukti yang ada.

Kasus Skandal Riset: Peringatan Serius bagi Dunia Pendidikan

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menyatakan keprihatinannya terhadap dugaan skandal riset palsu yang melibatkan WNI dalam forum ilmiah internasional. Jika benar terbukti, masalah ini dapat merusak reputasi Indonesia di dunia pendidikan internasional.

Irfani menekankan urgensi investigasi dan penegakan sanksi etik bagi pelaku, sambil berharap agar tindakan segelintir oknum tidak merusak kepercayaan internasional terhadap para akademisi dan peneliti Indonesia. Dia juga menyerukan penguatan tata kelola integritas akademik guna menjaga reputasi pendidikan dan riset nasional.

Sebagai informasi, sekelompok periset asal Indonesia yang terdiri atas Prihantini, Rifaldy Fajar, dan Rini Winarti, telah mempresentasikan hasil penelitian yang dianggap impresif dalam konferensi tersebut. Namun, dugaan bahwa penelitian mereka merupakan hasil fabrikasi dan pemalsuan identitas telah menarik perhatian publik.

Source link