Uni Eropa Melawan Dominasi Teknologi AS
Jakarta, CNBC Indonesia – China dan Amerika Serikat (AS) dikenal sebagai ‘musuh bebuyutan’ dalam arena geopolitik global. Namun, belakangan, Uni Eropa juga mulai angkat suara menantang dominasi raksasa teknologi AS. Seperti yang terjadi dengan aturan Digital Market Acts (DMA) dan Digital Services Acts (DSA) yang mengancam perusahaan-perusahaan teknologi AS besar.
AS Tidak Sendirian, Iran dan UE Jadi Lawan Baru
AS dikenal sebagai musuh besar Iran dan Israel terkait permasalahan senjata nuklir dan konflik di Timur Tengah. Namun, Uni Eropa juga menjadi lawan baru bagi AS dengan aturan ketat terkait teknologi dan pasar digital. UE berencana mengusulkan kriteria ketat untuk layanan komputasi cloud dalam tender negara, yang dapat membuat perusahaan teknologi besar AS terpukul.
Proposal Uni Eropa ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan blok tersebut pada teknologi AS, serta meningkatkan bisnis domestik di wilayah tersebut. Langkah itu juga dilandasi kekhawatiran atas undang-undang AS yang mengharuskan akses data oleh penyedia teknologi AS, bahkan jika data tersebut disimpan di luar negeri.
Siap-Siap Amerika Ngamuk Besar
Rencana Uni Eropa ini tentu akan menimbulkan reaksi keras dari Washington, yang telah mengkritisi undang-undang UE sebelumnya. Sejumlah perusahaan teknologi besar AS seperti Amazon, Microsoft, dan Google berpotensi terkena dampak dari kriteria yang diperketat dalam tender negara. Hal ini juga dapat memicu ketegangan lebih lanjut antara UE dan AS di sektor teknologi.
Langkah UE ini juga dianggap sebagai upaya untuk meningkatkan kedaulatan teknologi Eropa sendiri, serta mempromosikan keamanan dan daya saing di wilayah itu. Amazon, Microsoft, dan Google sendiri telah melakukan langkah-langkah untuk tetap memenuhi aturan-aturan UE dan menjaga posisinya di pasar cloud Eropa.
Dengan demikian, persaingan dalam ranah teknologi tidak hanya terjadi antara China, AS, dan Rusia, melainkan juga melibatkan Uni Eropa sebagai pemain yang semakin vokal dalam menantang dominasi teknologi AS di wilayahnya.












