Ancaman Kejahatan Siber di Indonesia: Perkembangan dan Tren
Jakarta, CNBC Indonesia – Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mengatakan, ancaman kejahatan siber meningkat, seiring dengan perkembangan teknologi digital. Dudung mengatakan serangan siber kini tidak hanya menyasar individu tetapi juga lembaga pemerintahan, sektor ekonomi, layanan publik, hingga keamanan nasional.
Tren Peningkatan Serangan Siber
Dudung menyampaikan data dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang mencatat jumlah serangan siber sepanjang 2025 mencapai 5,5 miliar serangan. Angka tersebut melonjak 7 kali lipat atau naik 714% dibandingkan rata-rata tahunan sebelumnya. Hingga April 2026, tercatat 1,52 miliar serangan siber.
Dudung menegaskan perlunya kesadaran akan keamanan digital sebagai perhatian bersama. Pemerintah juga terus memperkuat sistem keamanan siber nasional dan menggalakkan penguatan koordinasi lintas sektor dalam penanganan ancaman cyber.
Pentingnya Peran Masyarakat dalam Keamanan Digital
Selain upaya pemerintah, Dudung juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keamanan digital. Semua elemen bangsa diminta bersama-sama menjaga ruang digital Indonesia agar tetap aman, sehat, dan produktif. Teknologi harus dimanfaatkan sebagai alat pemersatu dan pendorong kemajuan bangsa.
Dudung menekankan perlunya kebijakan bijak dalam menggunakan media sosial, menjaga kerahasiaan data pribadi, dan peningkatan literasi digital untuk menghindari provokasi informasi palsu dan tindakan penipuan digital.












