Berita  

Mengapa Sains Menemukan Manusia Kidal Jarang

Penelitian Baru Ungkap Dominasi Tangan Kanan Pada Manusia

Jakarta, CNBC Indonesia – Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal PLOS Biology mengungkap fakta menarik terkait dominasi tangan kanan pada manusia. Sekitar 90 persen manusia di dunia menggunakan tangan kanan untuk beraktivitas sehari-hari, dan hal ini bukanlah hanya sebuah kebiasaan modern, melainkan hasil dari evolusi panjang sejak nenek moyang manusia mulai berjalan dengan dua kaki.

Studi Terbaru: Manusia sebagai Spesies dengan Kecenderungan Tangan Kanan Paling Kuat

Tim ilmuwan dari Universitas Oxford dan Universitas Reading di Inggris melakukan meta-analisis terhadap lebih dari 2.000 individu dari 41 spesies primata, termasuk manusia, monyet, dan kera besar. Hasilnya, manusia menjadi spesies dengan kecenderungan penggunaan tangan kanan paling kuat. Penelitian ini menjadi studi pertama yang berhasil menguji berbagai hipotesis dominasi tangan manusia dalam satu kerangka evolusi.

Menurut antropolog evolusi Universitas Oxford Thomas Püschel, terdapat dua faktor yang berpengaruh besar terhadap dominasi tangan, yaitu ukuran otak dan perubahan anatomi tubuh, khususnya panjang lengan dan kaki akibat kebiasaan berjalan tegak. Ketika nenek moyang manusia mulai berjalan menggunakan dua kaki, aktivitas tangan pun menjadi lebih bebas untuk melakukan berbagai aktivitas, seperti menggunakan alat dan mengembangkan kemampuan motorik halus.

Peneliti: Budaya Mungkin Memperkuat Tren Dominasi Tangan Kanan pada Manusia

Selain faktor anatomi dan perkembangan otak, para ilmuwan juga menduga bahwa budaya mungkin juga turut memperkuat tren dominasi tangan kanan pada manusia. Meskipun demikian, masih ada sejumlah pertanyaan terbuka terkait fenomena ini, termasuk mengapa manusia kidal masih tetap ada dan apakah pola evolusi serupa juga terjadi pada hewan lain yang memiliki anggota tubuh dominan.

Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan baru terkait asal-usul dominasi tangan kanan pada manusia, serta mengungkapkan kompleksitas evolusi manusia sejak zaman purba hingga saat ini.

Source link