Berita  

Petaka Besar Mengancam RI, Negara Tetangga Siaga Penuh!

Bahaya Siber di Tengah Kemajuan Kecerdasan Buatan

Jakarta, CNBC Indonesia – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) memberikan potensi ‘petaka’ besar di sektor keamanan siber. Ancaman kejahatan siber semakin meningkat dan semakin canggih berkat adopsi AI.

Kawasan Asia Siapkan Pertahanan Siber

Salah satunya, Hong Kong sudah mulai memperkuat pertahanan siber untuk melindungi perusahaan-perusahaan berlisensi. Regulator sekuritas setempat mengingatkan perusahaan-perusahaan, terutama di bidang pialang internet dan perdagangan aset virtual, untuk mengadopsi pengamanan terbaru.

Insiden serangan siber pun mengalami peningkatan dalam satu tahun terakhir. Data dari Pusat Koordinasi Tim Tanggap Darurat Komputer Hong Kong menunjukkan peningkatan insiden sebesar 27% dari 12.536 kasus pada tahun 2024 menjadi 15.877 kasus pada tahun 2025.

Peringatan dari Regulator Sekuritas dan Berjangka

Komisi Sekuritas dan Berjangka Hong Kong memberikan peringatan untuk mencegah akses tidak sah pada data klien dan melindungi aset dari penyalahgunaan. Regulator mengidentifikasi bahwa AI memungkinkan pelaku untuk mengeksploitasi kerentanan lebih cepat dan melancarkan serangan dalam skala besar, serta menurunkan hambatan pada modus phishing dan rekayasa sosial.

Regulator juga menekankan pentingnya perusahaan melakukan penambalan dan manajemen kerentanan, deteksi serta pemantauan, dan respon serta pemulihan insiden terkait keamanan siber. Direktur eksekutif perantara SFC, Eric Yip, menyoroti tanggung jawab manajemen senior terkait ketahanan siber dan perlindungan aset klien.

Resiko Model Kecerdasan Buatan Anthropic

Kerentanan keamanan akibat AI menjadi perhatian global karena risiko dari model AI Anthropic yang disebut Mythos. Badan pengawas di Australia dan otoritas perbankan Jepang mengingatkan akan risiko serupa, di mana Mythos memiliki potensi untuk menimbulkan kerugian pada perekonomian, keselamatan publik, dan keamanan nasional jika disalahgunakan.

Masyarakat internasional mulai merespons risiko ini, termasuk Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Ketua The Fed Jerome Powell yang bertemu dengan bos bank besar untuk membahas potensi risiko yang ada. Otoritas di Inggris, Jerman, dan Eropa juga mulai memperhatikan keamanan siber terkait perkembangan AI.

Situasi ini membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak untuk menghadapi tantangan keamanan siber yang semakin kompleks dan berkembang pesat.

(fab/fab)

Source link