Jakarta, CNBC Indonesia – Amazon baru-baru ini mengungkapkan total konsumsi air pusat data mereka secara global, di mana data center tersebut menjadi sorotan. Perusahaan teknologi raksasa ini mengungkapkan bahwa operasi pusat data mereka menghabiskan sekitar 2,5 miliar galon air sepanjang tahun 2025.
Angka tersebut melibatkan semua jaringan pusat data Amazon di berbagai negara, dengan perusahaan berhasil mengurangi penggunaan air sebesar 2% di fasilitas yang mereka kelola langsung dibandingkan tahun sebelumnya. Dilansir dari laporan keberlanjutan perusahaan yang dikutip dari Bloomberg, efisiensi penggunaan air Amazon bahkan meningkat dari tahun sebelumnya.
Amazon dan Efisiensi Penggunaan Air
Menurut laporan tersebut, efisiensi penggunaan air Amazon telah mencapai 0,12 liter per kilowatt-jam listrik pada tahun 2025. Amazon mengklaim bahwa angka tersebut lebih dari tujuh kali lebih efisien dibandingkan rata-rata industri dengan sebesar 0,84 liter per kilowatt-jam.
Di samping itu, Amazon turut memberikan perbandingan dengan konsumsi air di luar industri pusat data. Mereka mengutip data dari Environmental Protection Agency (EPA) yang menyebutkan bahwa warga Amerika Serikat menggunakan sekitar 3,3 triliun galon air setiap tahun untuk keperluan rumah tangga, jauh melampaui konsumsi air pusat data Amazon pada tahun sebelumnya.
Wakil Presiden Amazon Web Services (AWS), Kerry Person, menepis anggapan bahwa industri pusat data mengonsumsi sumber daya air dalam jumlah yang sangat besar. Ia menegaskan bahwa kenyataannya jauh berbeda dengan anggapan tersebut dan menjelaskan bahwa Amazon telah menerapkan berbagai inovasi untuk mengurangi penggunaan air, termasuk dalam sistem pendinginan pusat data mereka.
Inovasi Penggunaan Air pada Pusat Data Amazon
Amazon menggunakan metode pendinginan evaporatif di mana udara luar dialirkan melalui filter yang jenuh air sebelum masuk ke ruang server. Selain itu, perusahaan tersebut telah meningkatkan ambang suhu aktivasi pendinginan berbasis air untuk mengurangi penggunaan air sebanyak 50% pada berbagai fasilitas.
Namun demikian, perhitungan efisiensi penggunaan air Amazon memang berbeda dengan perusahaan lain di industri tersebut. Mereka menghitung tidak hanya kehilangan air akibat penguapan, tetapi juga cairan yang dialirkan ke sistem pembuangan limbah.
Meskipun begitu, Amazon telah menetapkan target untuk mengembalikan lebih banyak air ke lingkungan pada tahun 2030 daripada yang mereka gunakan untuk operasional pusat data. Perusahaan ini telah menunjukkan komitmen mereka dengan berbagai proyek yang telah diperkirakan mampu memulihkan lebih dari 5,8 miliar galon air per tahun saat proyek-proyek tersebut beroperasi penuh.
Pengungkapan data ini juga muncul di tengah peningkatan tekanan terhadap pembangunan pusat data di Amerika Serikat, disertai dengan permintaan untuk transparansi lebih lanjut terkait penggunaan sumber daya dari para pelaku industri pusat data.












