Pemanfaatan AI di China Semakin Meluas
Jakarta, CNBC Indonesia – Amerika Serikat (AS) dan China saat ini sedang berkompetisi ketat dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Meskipun AS dikenal dengan model-model AI yang canggih, China berhasil menghasilkan inovasi AI yang benar-benar merasakan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari.
Belakangan ini, pemerintah China semakin agresif dalam mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di berbagai sektor ekonomi. Kementerian Perdagangan China bahkan mengumumkan serangkaian kebijakan baru untuk memperluas implementasi AI di sektor konsumsi, baik dalam produk maupun layanan.
Transformasi Sektor Konsumsi dan Jasa
Menurut laporan dari media pemerintah CCTV, Kementerian Perdagangan China telah menyiapkan 17 langkah konkret yang fokus pada peningkatan integrasi AI ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat dan dunia usaha di seluruh negeri.
Dalam sektor konsumsi barang, pemerintah China menjadikan pengembangan perangkat elektronik konsumen dari yang semula sekadar fungsional menjadi lebih cerdas berbasis AI sebagai prioritas utama. Selain itu, mereka juga berusaha untuk mengakselerasi pertumbuhan pasar robot humanoid yang baru.
Di sisi lain, dalam sektor jasa, kebijakan tersebut bertujuan untuk merespons penetrasi AI yang semakin meluas, mulai dari sektor ritel konsumen hingga layanan publik dan gaya hidup. Pemerintah China percaya bahwa pemanfaatan AI dapat menjadi solusi atas beberapa tantangan yang selama ini menghambat pertumbuhan sektor jasa.
Menurut Wakil Direktur Institut Kerja Sama Perdagangan Internasional di bawah Kementerian Perdagangan China, Lin Jian, penggunaan AI diharapkan dapat mengatasi kendala biaya tenaga kerja tinggi dan standar layanan yang rendah yang selama ini ada.
Kesimpulan
Dengan langkah-langkah progresif yang diambil pemerintah China dalam memperluas pemanfaatan AI, diharapkan sektor konsumsi dan jasa di negara tersebut dapat berkembang lebih pesat. Hal ini juga memperkuat posisi China dalam persaingan global di sektor teknologi kecerdasan buatan.
Artikel ini disadur dari sumber: CNBC Indonesia.












