Warga China Tolak Nobar Piala Dunia, Lebih Memilih Streaming di Rumah
Jakarta, CNBC Indonesia – Fenomena menonton pertandingan Piala Dunia secara kolektif atau nobar di kalangan masyarakat China tampaknya mengalami pergeseran budaya yang signifikan pada tahun ini. Dari data yang dirilis oleh CNBC, terlihat bahwa warga China kini lebih memilih untuk menonton laga sepak bola melalui perangkat gawai pribadi mereka dari rumah masing-masing.
Perubahan Tren Menyaksikan Piala Dunia
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya di mana masyarakat ramai-ramai pergi ke bar atau restoran untuk nobar, kali ini tingkat antusiasme masyarakat China terhadap nobar tergolong rendah. Dalam pantauan langsung di Beijing, terlihat bahwa banyak yang memilih untuk menyaksikan pertandingan di rumah. Hal ini dipengaruhi oleh jeda waktu yang cukup lama antara waktu pertandingan dan waktu siaran langsung di China, yang sering jatuh pada tengah malam atau saat jam kerja pagi.
Salah satu pekerja di Absolut Bar, Xu Wang, mengungkapkan bahwa teman-temannya lebih memilih menonton Piala Dunia di rumah karena sulitnya menemukan tempat nobar yang cocok pada jam malam, terutama karena lokasi rumah mereka yang tersebar di berbagai sudut kota.
Fenomena Digital Penerimaan Piala Dunia
Perubahan ke arah digital ini didorong oleh kemajuan teknologi konektivitas 5G yang masif dan harga paket internet yang terjangkau di China. Media sosial lokal, Xiaohongshu, bahkan telah membentuk kemitraan strategis dengan China Media Group (CCTV) untuk menyiarkan pertandingan Piala Dunia secara gratis, mengalahkan aplikasi sebelumnya, Douyin.
Douyin sendiri tidak tinggal diam dan meluncurkan fitur-fitur baru untuk menarik penonton, seperti komentator sepak bola ternama dan efek khusus berbasis kecerdasan buatan (AI) bertema Piala Dunia. Persaingan di ranah digital semakin ketat, terbukti dari data unduhan aplikasi di App Store Apple wilayah China
Peran Tencent Cloud dalam Penyiaran Piala Dunia
Tidak hanya di dalam negeri, ekspansi teknologi di seputar Piala Dunia juga mencakup platform penyiaran resmi di kawasan Asia Pasifik. Tencent Cloud melaporkan bahwa infrastruktur komputasi awan mereka digunakan di dua pertiga platform penyiaran resmi Piala Dunia di wilayah tersebut.
Layanan teknologi Tencent Cloud saat ini mencakup 16 wilayah internasional, mulai dari Singapura, Uni Emirat Arab, hingga Argentina. Ini merupakan pencapaian terluas yang pernah dicapai oleh penyedia cloud asal China dalam sejarah turnamen Piala Dunia.












