Berita  

Kontroversi China vs Amerika: Blokir Total Akibat Balas Dendam

Perang Teknologi AS-China Makin Panas, Perusahaan Raksasa Masuk ‘Daftar Hitam’

Jakarta, CNBC Indonesia – Perang teknologi antara Amerika Serikat (AS) dan China terus berlanjut setelah pertemuan Trump-Xi Jinping pada Mei 2026. Sejumlah perusahaan raksasa China seperti Alibaba, Baidu, BYD, dan Nio masuk ‘daftar hitam’ Pentagon.

Antisipasi Balasan, AS Perluas Larangan Impor Alat Telekomunikasi

Pasca-langkah China yang mengendalikan ekspor ke perusahaan AS, Amerika Serikat kembali melancarkan serangan. Komisi Komunikasi Federal (FCC) memperluas larangan terhadap impor peralatan telekomunikasi dari China. Langkah ini diambil dengan alasan keamanan nasional.

FCC Perluas Larangan dari Produsen Mineral AS

Langkah FCC tidak hanya direspons dengan larangan impor peralatan saja, tetapi juga mencakup produsen mineral langka asal AS seperti MP Materials dan USA Rare Earth. Keselamatan menjadi alasan utama dari langkah tersebut.

Bila tidak ada rekonsiliasi, saat ini kedua negara masih terus saling memberlakukan pembatasan yang semakin ketat. Seiring perang teknologi semakin memanas, kedua belah pihak terus mengambil langkah-langkah ekstrem untuk melindungi kepentingan nasional masing-masing.

Source link