Jakarta, CNBC Indonesia – Warga Amerika Serikat (AS) kaya semakin banyak yang memindahkan anak-anak mereka dari sekolah konvensional ke sekolah berbasis kecerdasan buatan (AI).
Mengapa Keluarga Kaya Memilih Sekolah AI?
Para orang tua ini tertarik dengan model pendidikan alternatif yang menawarkan kombinasi pembelajaran AI, proyek berbasis pembelajaran, dan pengembangan keterampilan hidup seperti negosiasi, public speaking, dan keterampilan bisnis.
Ankur Jain, seorang presiden hedge fund di New Jersey, menjadi salah satu orang tua yang memutuskan untuk memindahkan anaknya ke Forge Prep, sekolah yang fokus pada pemecahan masalah konkret, perancangan produk, dan pengembangan bisnis sejak usia dini.
Tantangan Pendidikan Tradisional
Perubahan ini terjadi karena para orang tua kaya melihat bahwa perkembangan AI akan mendisrupsi pasar tenaga kerja, sehingga perlunya pendidikan yang dapat mempersiapkan anak-anak menghadapi masa depan yang tidak pasti.
Sekolah-sekolah seperti Alpha School yang berbasis di Austin, Texas, telah menarik perhatian banyak orang karena pendekatannya yang menggabungkan pembelajaran AI dengan pembelajaran langsung berbasis proyek.
Biaya Sekolah yang Tinggi
Namun, biaya sekolah di tempat seperti San Francisco dapat mencapai US$75.000 per tahun atau sekitar Rp1,3 miliar. Ini menjadi salah satu tantangan bagi keluarga yang ingin memberikan pendidikan berbasis AI untuk anak-anak mereka.
Meskipun demikian, banyak orang tua kaya yang percaya bahwa investasi dalam pendidikan model baru ini akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi masa depan anak-anak mereka.
Demikianlah fenomena orang kaya yang beralih ke sekolah berbasis AI menandai perubahan signifikan dalam dunia pendidikan di AS.












