Berita  

Menemukan Penyebab dan Cara Mengatasi Pikun: Fakta Terbaru

Penelitian Ungkap Penyebab Penurunan Daya Ingat dan Cara Mengatasinya

Jakarta, CNBC Indonesia – Penurunan daya ingat atau gejala pikun sering dianggap sebagai dampak alami dari pertambahan usia. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa penyebab utamanya bukan hanya faktor usia semata, melainkan ada perubahan spesifik pada tingkat molekuler di dalam otak.

Tim peneliti dari Virginia Tech telah menemukan hubungan antara hilangnya daya ingat dengan proses molekuler tertentu. Temuan ini memberikan harapan baru karena dapat dijadikan target untuk pengembangan terapi kesehatan di masa depan.

Penurunan Ingatan Terkait Perubahan Molekuler

Dalam penelitian ini, penurunan ingatan dikaitkan dengan perubahan molekuler spesifik yang dapat dipelajari dan ditargetkan. Profesor madya di Virginia Tech, Timothy Jarome, mengungkapkan bahwa pemahaman atas pemicu di tingkat molekuler dapat membantu dalam mengetahui penyebab demensia serta mengembangkan pendekatan pengobatan baru.

Proses molekuler yang disorot dalam penelitian ini adalah poliubikuitinasi K63. Proses ini berperan penting dalam mengatur perilaku protein dalam sel otak. Jika proses ini berjalan normal, neuron dapat berkomunikasi dengan baik dan membentuk memori secara optimal.

CRISPR sebagai Terapi Potensial

Para peneliti menggunakan teknologi penyuntingan gen CRISPR untuk mengatur ulang proses poliubikuitinasi K63 di otak. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam kinerja memori dan fungsi ingatan setelah penyesuaian pada kedua area otak.

Studi lain juga mengungkap potensi gen IGF2 dalam pembentukan memori. Gen ini mengalami penurunan fungsi akibat proses metilasi DNA. Namun, dengan menggunakan teknik CRISPR-dCas9, peneliti berhasil mengaktifkan kembali gen tersebut dan meningkatkan memori pada tikus berusia tua.

Peneliti menegaskan bahwa intervensi perlu dilakukan pada waktu yang tepat. Pada subjek paruh baya yang belum mengalami gangguan memori, efeknya tidak terlalu signifikan. Aktivasi kembali gen harus dilakukan saat penurunan memori mulai terjadi untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang hubungan antara proses molekuler dalam otak dan penurunan daya ingat. Diharapkan temuan ini dapat membuka jalan menuju pengembangan terapi yang efektif untuk mengatasi masalah penurunan ingatan pada usia lanjut.

Source link