Berita  

Fakta Mengejutkan: Modus Pembobolan Mobil Listrik

Mobil Listrik Rentan Diserang Siber

Jakarta, CNBC Indonesia – Serangan siber kini mengincar mobil listrik (EV) dengan meningkatnya penggunaan teknologi over-the-air (OTA) untuk pembaruan software. Hal ini membuat mobil listrik rentan terhadap risiko keamanan nasional yang unik menurut para ahli.

Analis senior S.Rajaratnam School of International Studies, Gabriel Lim mengungkapkan bahwa kekhawatiran keamanan nasional terutama terkait dengan privasi data. Selain itu, potensi pelaku asing juga dapat mengambil alih kendali mobil listrik yang tengah bergerak.

Peringatan dari American Enterprise Institute

American Enterprise Institute juga telah memberikan peringatan untuk meningkatkan perlindungan di sektor otomotif. Peringatan ini ditujukan untuk membatasi kemampuan spionase pemerintah asing dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang diperlukan.

Selain itu, pemerintah AS diminta untuk membatasi penggunaan perangkat keras dan lunak buatan negara tertentu pada kendaraan serta memperhatikan pengungkapan pengumpulan data yang perlu ditingkatkan.

Uji Coba di Norwegia dan Investigasi di Inggris serta Denmark

Pada tahun lalu, uji coba di Norwegia telah menemukan kerentanan keamanan pada mobil listrik yang disebabkan oleh teknologi OTA. Hasil temuan ini mendorong negara seperti Inggris dan Denmark untuk melakukan investigasi terkait masalah keamanan siber ini.

Departemen Transportasi setempat menyatakan sedang menyelidiki masalah ini dan bekerja sama dengan Pusat Keamanan Siber Nasional untuk menanggulangi potensi serangan terhadap mobil listrik.

OTA merupakan teknologi nirkabel yang digunakan untuk mengirimkan pembaruan software, firmware, dan data baru pada perangkat yang terhubung dengan internet. Penerapan teknologi ini semakin luas, termasuk pada sejumlah model mobil listrik seperti Model S milik Tesla yang diperkenalkan pada tahun 2012.

Source link