Pemuda India Bobol Sistem Server dan Hapus 180 Server Virtual
Seorang pemuda asal India nekat melakukan aksi kriminal dengan membobol sistem pengujian komputer dan menghapus 180 server virtual. Tindakan nekat ini dipicu oleh rasa sakit hati dan kekesalan karena dirinya dipecat oleh perusahaan tempatnya bekerja.
Perbuatan Ilegal Pemuda India Berujung pada Kerugian Rp 16,4 Miliar
Akibat perbuatan tersebut, perusahaan mantan tempatnya bekerja mengalami kerugian yang tak main-main, yakni mencapai US$ 918.000 atau setara Rp 16,4 miliar. Pria bernama Kandula tersebut dijatuhi hukuman 2 tahun 8 bulan penjara karena tindakan ilegalnya yang merugikan perusahaan.
Mengutip CNA, Rabu (22/7/2026), pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap Kandula oleh perusahaan penyedia layanan informasi, komunikasi, dan teknologi bernama NCS dilakukan pada Oktober 2022 akibat kinerjanya yang dinilai buruk. Ia resmi menyelesaikan hari terakhir kerjanya pada 16 November 2022.
Kronologi Aksi Pembobolan Server dan Penghapusan Server Virtual
Sebelum dipecat, Kandula merupakan bagian dari tim beranggotakan 20 orang yang mengelola sistem komputer quality assurance (QA) di NCS sejak November 2021 hingga Oktober 2022. Sistem ini berfungsi untuk menguji perangkat lunak dan program baru sebelum resmi diluncurkan.
Kendati telah kembali ke India setelah dipecat, rasa sakit hati Kandula tak mereda. Ia nekat menyusup ke dalam sistem NCS memanfaatkan kredensial login administrator secara ilegal sebanyak enam kali dalam rentang 6 Januari hingga 17 Januari 2023.
Pada Februari 2023, Kandula kembali ke Singapura untuk mencari pekerjaan baru dan menggunakan jaringan Wi-Fi di kamar mantan rekannya untuk mengakses kembali sistem NCS. Ia menulis dan menguji beberapa skrip komputer di Google untuk memastikan apakah skrip tersebut dapat digunakan untuk menghapus server.
Puncak aksi kriminalnya terjadi pada Maret 2023, di mana Kandula berhasil menghapus 180 server virtual secara berurutan dengan eksekusi skrip yang telah diprogram sebelumnya. Tindakan ini menyebabkan tim IT NCS kesulitan mengakses sistem setelah server-server tersebut hilang tak bersisa.
Laporan dilakukan ke polisi pada April 2023 setelah penyelidikan internal menemukan alamat IP mencurigakan. Laptop milik Kandula disita, dan bukti-bukti aksi kriminalnya diungkap. Akibatnya, pemuda India tersebut harus dipenjara selama 2 tahun 8 bulan atas tindakan ilegal yang merugikan perusahaan.












