Berita  

Ancaman Mengerikan: Bumi Dikepung Satelit Aktif

Bumi Dikepung Satelit Aktif, Ancaman Mengerikan Muncul

Jakarta, CNBC Indonesia – Badan Riset Dan Inovasi Indonesia (BRIN) mengungkapkan data ESA Space Environment Report 2025, UCS Satellite Database, dan CelesTrak Active Satellites (Mei 2025) menunjukkan bahwa jumlah satelit aktif di Low Earth Orbit (LEO) mencapai sekitar 14.500 unit pada tahun 2026. Prediksi menunjukkan bahwa angka tersebut akan melonjak drastis menjadi sekitar 100.000 satelit pada 2030.

Masalah Orbit yang Semakin Padat

Pertumbuhan jumlah satelit di orbit LEO memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas cara pengoperasian satelit saat ini. Dalam Kolokium Series-7 yang diadakan oleh Pusat Riset Teknologi Satelit (PRTS) BRIN, Ery Fitrianingsih menjelaskan bahwa paradigma lama pengelolaan misi satelit harus segera bergeser. Orbit LEO memiliki karakteristik berbeda dengan orbit geostasioner (GEO), di mana regulasi untuk satelit di LEO tidak seketat di GEO.

Munculnya megakonstelasi seperti Starlink dan OneWeb dari Tiongkok menyebabkan populasi objek di LEO tumbuh pesat, dengan jumlah satelit aktif melebihi 14.500 pada 2026 dan diproyeksikan mencapai sekitar 100.000 pada 2030.

Ancaman Kepadatan Orbit

Kondisi kepadatan satelit di LEO membawa risiko terjadinya Kessler Syndrome, di mana tabrakan antarsatelit atau debris dapat memicu terbentuknya serpihan baru yang mengancam satelit yang lewat. Radar darat hanya mampu melacak sebagian objek besar, sementara jutaan serpihan kecil berpotensi membahayakan tanpa terdeteksi.

Diperlukan perubahan paradigma dalam desain misi dan operasi satelit, serta implementasi kemampuan otonom pada satelit untuk mengurangi risiko tabrakan yang disebabkan oleh kepadatan orbit yang semakin tinggi.

(wur)

Source link