Pemerintahan Trump Siap Terapkan Harga Minimum Impor untuk Polysilicon
Jakarta, CNBC Indonesia – Kebijakan baru dari pemerintahan Donald Trump siap mengguncang industri energi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dengan menetapkan harga minimum impor dan tarif untuk polysilicon dan produk turunannya. Hal ini dipicu oleh keinginan untuk mengubah rantai pasok global di sektor panel surya dan semikonduktor yang sangat penting.
Rencana Kebijakan Finalisasi
Rencana kebijakan tersebut tengah difinalisasi dan diprediksi akan diumumkan pada akhir bulan ini, mengutip dari Reuters. Langkah ini diambil untuk melindungi pabrik polysilicon di AS dari ekspansi China dalam industri chip yang sangat vital.
Polysilicon adalah silikon dengan tingkat kemurnian tinggi yang digunakan sebagai bahan baku utama dalam pembuatan wafer semikonduktor dan panel surya. Kebijakan baru ini merupakan hasil dari penyelidikan keamanan nasional Departemen Perdagangan AS berdasarkan Section 232 Trade Expansion Act of 1962.
Dominasi China dalam Sektor Polysilicon
Pemerintah AS mencoba untuk menghadang dominasi China dalam sektor polysilicon, yang sekarang menguasai sekitar 80% kapasitas manufaktur panel surya global. Hal ini dianggap sebagai ancaman melalui subsidi besar-besaran dan kelebihan kapasitas produksi.
Langkah Trump ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi produsen AS untuk tetap bersaing, meskipun perlu dilakukan kalibrasi agar pasokan dari sumber terpercaya tetap terjaga.
Dampak Kebijakan untuk Industri Chip AS
Kebijakan tersebut juga dapat berdampak besar pada industri chip AS karena permintaan polysilicon untuk semikonduktor menyumbang sekitar 2,4% permintaan global. Dalam situasi ini, keseimbangan antara mendukung produsen domestik dan menaikkan biaya produk menjadi krusial.
Berbagai pihak pun memperingatkan bahwa penerapan tarif dapat meningkatkan biaya pembangunan pembangkit listrik tenaga surya dan menaikkan harga berbagai produk, mulai dari barang elektronik hingga kendaraan bermotor.
Sejumlah produsen juga mengkhawatirkan kemungkinan dampak kebijakan tersebut terhadap permintaan produk mereka, sehingga pasar dapat menyaksikan proyek-proyek yang berguguran.
(fab/fab)












