Berita  

Peringatan Keras untuk Trump: Amerika Berisiko Kalah Telak melawan China

Mark Zuckerberg Ajak AS Pangkas Regulasi AI demi Saingi China

Mark Zuckerberg, CEO Meta Platforms, mendorong pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk mengurangi regulasi dan hambatan terhadap pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) berbasis sumber terbuka (open-source). Langkah ini dianggap penting agar perusahaan teknologi AS dapat bersaing dengan pesaing dari China.

Pada peluncuran model bobot terbuka terbaru Meta, Muse Glimmer, Zuckerberg menegaskan pentingnya membuat teknologi AI lebih demokratis. Model ini dirancang agar dapat berjalan secara mandiri di komputer Mac atau PC dengan satu kartu grafis GPU, tanpa perlu koneksi awan (cloud). Langkah ini diharapkan dapat menarik konsumen yang menginginkan sistem AI lokal.

Perusahaan AS Beralih ke Model AI Open-Weight

Perusahaan-perusahaan global mulai beralih ke model AI open-weight karena biaya langganan sistem tertutup semakin meningkat. Selain itu, kekhawatiran akan keamanan siber telah mendorong pergeseran ke model-model AI yang lebih terbuka.

Di pihak lain, startup teknologi China seperti Moonshot, Alibaba, dan DeepSeek telah memimpin pengembangan AI open-weight. Sementara perusahaan AS seperti OpenAI dan Anthropic masih menggunakan model tertutup, yang memiliki biaya pengembangan yang lebih tinggi.

Meta Bersaing dengan Rival dan Permasalahan AS

Mark Zuckerberg juga mengumumkan dana hibah senilai US$1 miliar untuk mendukung komunitas sekitar pusat data Meta. Hal ini sejalan dengan upaya mengatasi permasalahan infrastruktur di AS yang kerap memperlambat pengembangan teknologi.

Zuckerberg menekankan perlunya AS untuk meninjau kembali kebijakan terkait penggunaan data dan metode distillation agar model AI AS dapat tetap bersaing di pasar global. Kendala infrastruktur dan regulasi di AS dinilai sebagai faktor yang memberikan keuntungan kepada laboratorium AI di luar negeri.

Source link