Berita  

Penasaran dengan Respon Xi Jinping atas Produk China yang Digemari Perusahaan AS?

Perusahaan AS Memilih Model AI China

Dalam dunia kecerdasan buatan (AI), beberapa perusahaan Amerika Serikat (AS) telah memilih untuk menggunakan model AI buatan China. Hal ini menunjukkan bahwa model-model AI China semakin diminati di tingkat internasional.

Respons Xi Jinping

Menanggapi fenomena ini, Presiden China Xi Jinping telah angkat bicara. Berdasarkan laporan GuruFocus, Xi Jinping menekankan pentingnya negaranya berperan dalam merumuskan aturan AI global. Ia juga menyoroti perlunya menjaga agar AI tetap dikendalikan oleh manusia.

Pentingnya kerja sama antarnegara terkait aspek keamanan, standar teknis, dan akses bagi negara-negara berkembang juga menjadi perhatian utama yang disampaikan oleh Xi Jinping.

Peningkatan Penggunaan Model AI China

Laporan dari OpenRouter menunjukkan bahwa penggunaan model China mencapai 63% dari total penggunaan token perusahaan AI selama pekan pertama Juli 2026. Angka tersebut mengalami lonjakan signifikan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya mencapai 10%.

Keberhasilan model AI China menarik minat perusahaan-perusahaan di AS untuk beralih menggunakan teknologi buatan China. Sebagai contoh, Lindy AI, sebuah startup asisten AI, telah beralih dari model AI Anthropic ke DeepSeek. Perpindahan ini berhasil mengurangi biaya inferensi hingga 90%.

Namun, hal ini juga menimbulkan risiko terkait regulasi yang semakin ketat di China dan AS. Pemerintah China telah mulai membahas isu keamanan terkait penggunaan teknologi AI canggih dan mempertimbangkan pembatasan akses bagi pihak asing.

Di AS, para pembuat kebijakan juga mulai menyelidiki perusahaan yang menggunakan model AI China. Beberapa perusahaan seperti Airbnb dan Anysphere menjadi perhatian khusus. Palantir Technologies menyuarakan keprihatinan bahwa model AI sumber terbuka dari China dapat menjadi ancaman ekonomi.

Source link