Berita  

Fakta Bulan Menjauh dari Bumi: Dampaknya pada Manusia

Bulan Semakin Jauh dari Bumi, Apa Dampaknya bagi Kita?

Jakarta, CNBC Indonesia – Jarak rata-rata Bumi ke Bulan sekitar 384.400 kilometer. Namun, seiring berjalannya waktu, Bulan perlahan bergerak menjauh dari Bumi. Perubahan ini bisa diukur menggunakan Lunar Laser Ranging Experiment yang dilakukan para astronaut dalam misi Apollo pada era 1960-an.

Perubahan Jarak Bulan dan Bumi

Perhitungan dari eksperimen tersebut menunjukkan bahwa jarak antara Bumi dan Bulan terus bertambah sekitar 3,8 cm per tahun. Hal ini membawa dampak pada fenomena Gerhana Matahari Total di masa depan. Menjauhnya Bulan dari Bumi akan membuat Gerhana Matahari Total menjadi semakin langka.

Menurut penjelasan dari IFL Science, ukuran piringan Bulan yang terus mengecil dari Bumi akan membuat kita sulit melihat Gerhana Matahari Total seperti yang sering terjadi saat ini. Saat ini, ukuran tampak Matahari dan Bulan hampir sama sehingga kita masih bisa menyaksikan Bulan menutupi seluruh permukaan Matahari saat terjadinya gerhana.

Dampak bagi Masa Depan

Ilmuwan NASA, Richard Vondrak, memprediksi bahwa sekitar 600 juta tahun lagi, Bumi akan menyaksikan Gerhana Matahari Total untuk terakhir kalinya. Meskipun Matahari memiliki ukuran fisik yang jauh lebih besar daripada Bulan, jaraknya yang juga lebih jauh memberikan kesan seolah-olah keduanya memiliki ukuran yang sama.

Menariknya, ukuran tampak Bulan di langit juga terus mengecil seiring dengan menjauhnya dari Bumi. Diperkirakan sekitar 4 miliar tahun lalu, ukuran Bulan yang terlihat dari Bumi jauh lebih besar daripada sekarang. Bahkan, pada saat Bulan belum menempati orbitnya yang sekarang, ukuran tampaknya bisa mencapai tiga kali lipat lebih besar dari yang kita lihat sekarang.

Source link