China Mendorong Pengembangan Kecerdasan Buatan Melalui Monetisasi Data
Jakarta, CNBC Indonesia – Dalam laporan terbaru U.S.-China Economic and Security Review Commission (USCC), Amerika Serikat (AS) membuka salah satu faktor kunci yang membuat China maju dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi canggih. Di tengah ambisi memajukan teknologi, China dinilai mampu menggalang data sebagai aset strategis nasional untuk meningkatkan inovasi, produktivitas, dan kekuatan militer.
Monetisasi Data sebagai Langkah Strategis
Dalam laporan tersebut, China disebut telah memulai langkah komersialisasi dan monetisasi data guna mencapai tujuan ambisiusnya dalam bidang kecerdasan buatan dan teknologi tinggi. Dikatakan bahwa pendekatan ini memiliki potensi untuk memberikan keunggulan bersaing kepada China, terutama dalam arena persaingan kecerdasan buatan dengan AS.
Di samping itu, China juga diketahui telah mengumpulkan data secara sistematis untuk mendorong produktivitas, meningkatkan pengumpulan intelijen, dan memperkuat kemampuan militer negara tersebut.
Keunggulan China dalam Pengumpulan Data
Berbeda dengan perusahaan AI di AS yang banyak mengandalkan data dari internet terbuka, China dikenal lebih sistematis dalam mengumpulkan data dari berbagai sumber, termasuk data domestik perusahaan, operasional, hingga data fisik yang tidak mudah diperoleh secara online.
Salah satu keunggulan yang dimiliki China adalah data berkualitas tinggi dalam jumlah besar yang dihasilkan dari ekosistem manufaktur maju dan robotika industri. Data ini sangat penting dalam pengembangan embodied AI, di mana sistem AI dapat beroperasi di dunia fisik seperti robot.
Peringatan Risiko bagi Perusahaan AS
Selain menggarisbawahi keunggulan China dalam pengembangan kecerdasan buatan, laporan AS juga memperingatkan bahwa perusahaan AS yang beroperasi di China berisiko melanggar aturan ketat terkait tata kelola data dan keamanan siber.
China telah menjadikan data sebagai faktor produksi utama, sejajar dengan tanah, tenaga kerja, modal, dan teknologi. Pemerintah China juga telah membentuk lembaga pengawasan data nasional dan mendorong komersialisasi serta manfaat data dalam ekonomi digital.
Mike Kuiken, Wakil Ketua Komisi tersebut, menekankan pentingnya bagi AS untuk mengembangkan strategi nasional terkait data guna memperlakukan data sebagai aset ekonomi strategis dan memastikan keunggulan kompetitif negara tersebut.
Sumber: CNBC Indonesia












