Berita  

Fenomena Buku Diborong dan Dimusnahkan: Penyebab dan Dampaknya

Industri Buku Fisik di Ambang Kehancuran oleh Perusahaan AI

Jakarta, CNBC Indonesia – Industri buku fisik menghadapi ancaman serius di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI). Perusahaan-perusahaan AI kini memborong buku dalam jumlah besar, namun bukan untuk dibaca melainkan untuk melatih model AI.

Toko Buku Bekas di Inggris Dibanjiri Pesanan dari Perusahaan AI

Fenomena ini disadari pertama kali di toko buku bekas di Inggris, di mana baru-baru ini terjadi lonjakan pesanan dari perusahaan AI. Salah satunya adalah Barter Books di Northumberland, di mana biasanya toko ini menjual 2.000-3.000 buku dalam seminggu. Namun, baru-baru ini mereka menerima pesanan sebanyak itu dalam satu hari saja dari sebuah perusahaan di Kanada.

Para pemilik toko buku lain di wilayah tersebut juga mengalami lonjakan pesanan serupa. Meskipun belumlah pasti untuk apa ribuan buku tersebut digunakan, namun perkembangan kasus hukum terkait penggunaan karya berhak cipta untuk melatih model AI memberikan petunjuk mengenai kemungkinan tujuan pembelian ini.

Kasus Hukum dan Penggunakan Karya Berhak Cipta oleh Perusahaan AI

Beberapa perusahaan AI baru-baru ini berada di bawah sorotan akibat penggunaan karya berhak cipta tanpa izin dari para penulis. Anthropic, misalnya, baru-baru ini menyelesaikan kasus pelanggaran hak cipta dengan membayar US$1,5 miliar kepada lebih dari 300.000 penulis yang menggugat dua tahun lalu.

Sementara itu, OpenAI juga menghadapi gugatan serupa dari berbagai pihak, termasuk The New York Times, Encyclopaedia Britannica, dan sejumlah penulis lainnya. Mereka menuduh OpenAI telah memanfaatkan materi berhak cipta tanpa izin untuk melatih model large language.

Baru-baru ini, kasus Anthropic membuka celah bagi perusahaan AI untuk mendapatkan materi pelatihan secara legal dengan cara membeli buku fisik yang akan dijadikan sumber data. Pengadilan memutuskan bahwa perusahaan boleh menggunakan karya berhak cipta selama membeli buku tersebut.

Program Pelatihan AI yang Kontroversial

Kasus Anthropic juga mengungkap program internal yang disebut “Project Panama” yang bertujuan memindai seluruh buku di dunia secara destruktif. Proses pemindaian ini melibatkan penghancuran buku fisik agar dapat diproses oleh model AI.

Meskipun Anthropic membantah menggunakan buku langka, namun kemungkinan banyak perusahaan AI lain yang menerapkan metode serupa untuk mendapatkan data yang berharga bagi pelatihan AI. Buku langka dan antik bahkan bisa menjadi sumber informasi yang sangat diperlukan karena kontennya yang tidak tersedia di buku biasa.

Sebagian besar toko buku bekas tidak mengetahui siapa sebenarnya pembeli buku dalam jumlah besar tersebut, karena pesanan biasanya masuk melalui marketplace yang menyamarkan identitas pembeli.

Source link