Jejak Danau Bandung Purba: Amukan Gunung Sunda dan Potensi Gempa di Kota Bandung
Jakarta, CNBC Indonesia – Kota Bandung yang kini dipadati permukiman, gedung, jalan, hingga berbagai infrastruktur modern ternyata menyimpan jejak sejarah geologi panjang di bawah permukaannya. Wilayah yang dikenal sebagai Cekungan Bandung itu pada masa lalu merupakan danau purba.
Pada masa lampau, Danau Bandung Purba terbentuk sebagai akibat aktivitas vulkanik Gunung Sunda. Letusan gunung tersebut membentuk material vulkanik yang membendung aliran Sungai Citarum purba sehingga air menggenangi Cekungan Bandung dan membentuk danau. Hal ini terjadi sekitar 90 ribu tahun lalu dan bertahan hingga sekitar 16 ribu tahun lalu.
Jejak Sejarah Geologi Kota Bandung
Potongan sejarah geologi Kota Bandung ini penting untuk dipahami dalam konteks kebencanaan. Penelitian geologi menunjukkan adanya endapan rawa, lapisan lempung, endapan vulkanik, dan sisipan lapisan pasir yang belum mengalami proses litifikasi, konsolidasi, dan pemadatan secara sempurna. Karenanya, materi tersebut relatif lebih lunak dibandingkan dengan batuan keras di sekitar cekungan.
Karakter endapan ini menjadi fokus perhatian karena kondisi perbedaan material lunak dan keras di Cekungan Bandung dapat memperkuat efek guncangan ketika terjadi gempa bumi. Hal ini disebabkan oleh amplifikasi, yaitu penguatan guncangan gempa pada lapisan tanah tertentu akibat karakteristik geologi material di daerah tersebut.
Potensi Gempa dan Upaya Mitigasi
Kota Bandung berada dekat dengan berbagai sumber gempa bumi di daratan, termasuk Sesar Lembang yang berpotensi mempengaruhi wilayah tersebut. Hasil penelitian geofisika menunjukkan indikasi adanya patahan-patahan di bawah permukaan Cekungan Bandung. Keberadaan lapisan pasir dengan sifat porositas tinggi pada endapan danau Bandung juga perlu diperhatikan karena berhubungan dengan potensi likuifaksi.
Untuk mengurangi potensi risiko bencana gempa di Kota Bandung, Edi Hidayat dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi, BRIN menyarankan pentingnya pemahaman terhadap struktur bawah permukaan dan penerapan standar teknis bangunan tahan gempa. Hal ini vital mengingat Bandung telah berkembang menjadi wilayah perkotaan dengan kepadatan penduduk dan infrastruktur yang tinggi.
Pengetahuan mengenai sejarah Danau Bandung Purba dan karakter geologinya menjadi kunci dalam memahami potensi gempa, likuifaksi, penurunan tanah, dan longsor di Kota Bandung. Mitigasi bencana baik secara struktural maupun nonstruktural perlu ditingkatkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan meminimalisir dampak bencana di area tersebut.
Kondisi geologi Kota Bandung seharusnya menjadi perhatian utama dalam setiap rencana pembangunan, demi menciptakan lingkungan yang aman dan tahan bencana bagi jutaan penduduk yang tinggal di wilayah tersebut.
Sumber: CNBC Indonesia












