Penemuan Gigi Hiu Purba di Gurun Mesir Bongkar Masa Lalu Lautan
Jakarta, CNBC Indonesia – Di tengah gurun pasir kering yang tandus di Mesir, para peneliti telah membuat penemuan mengejutkan. Mereka menemukan kumpulan gigi ikan hiu purba yang berusia puluhan hingga ratusan juta tahun. Temuan ini membuktikan bahwa wilayah yang sekarang merupakan gurun panas dulunya adalah bagian dari dasar lautan yang penuh dengan kehidupan.
Penemuan Berharga Tim Peneliti di Gurun Barat Mesir
Dataran Tinggi Abu-Tartur di Gurun Barat Mesir menjadi lokasi dimana penemuan berharga ini dilakukan, yang terletak sekitar 650 kilometer di barat daya Kairo. Dipimpin oleh Tarek Yassin dari Universitas Kairo, tim peneliti berhasil mengumpulkan 14 gigi fosil hiu purba dari lapisan batuan yang berasal dari Zaman Kapur Akhir, sekitar 100,5 hingga 66 juta tahun yang lalu.
Identifikasi lima spesies hiu yang telah punah dilakukan berdasarkan gigi-gigi fosil yang ditemukan. Dua spesies yang belum pernah tercatat sebelumnya di Mesir, serta satu spesies yang mungkin merupakan yang pertama kali ditemukan di benua Afrika.
Ekosistem Laut Purba yang Kaya di Mesir
Tujuh spesies hiu yang ditemukan di lokasi yang sama menunjukkan kekayaan dan keragaman ekosistem laut purba di wilayah Mesir. Mulai dari hiu pemangsa ukuran sedang hingga hiu raksasa seperti Cretoxyrhina yang mencapai panjang 7-8 meter, lebih besar dari hiu putih terbesar yang masih hidup saat ini.
Hiu telah menghuni Bumi selama lebih dari 450 juta tahun, lebih tua dari dinosaurus. Gigi hiu, yang sangat keras karena tersusun dari zat mineral, bisa bertahan utuh selama puluhan hingga ratusan juta tahun terkubur di dalam batuan, menjadi bukti sejarah yang paling awet.
Penemuan ini membuka pintu bagi pemahaman yang lebih dalam tentang masa lalu bumi kita. Dari gurun pasir Mesir hingga gua-gua di Amerika Serikat, bukti fosil menunjukkan bahwa tempat-tempat ini dulunya berada di bawah laut.












