Berita  

Amerika Serikat Terkena 100 Serangan Bertubi-tubi: Dampaknya

Ancaman Serangan Siber Terhadap Infrastruktur AS

Jakarta, CNBC Indonesia – Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur Amerika Serikat (CISA) melaporkan adanya gelombang serangan siber masif yang menyasar lebih dari 100 sistem internet di sektor pengolahan air bersih dan limbah AS. Insiden ini kian memperparah ancaman terhadap fasilitas infrastruktur vital di Negeri Paman Sam.

Skala Serangan dan Target Sasaran

Lonjakan angka korban ini sekaligus memperjelas skala serangan siber yang sebelumnya telah menghantam penyedia layanan air di beberapa negara bagian AS. Berdasarkan laporan resmi CISA, serangan tersebut sebagian besar memfokuskan sasaran pada Programmable Logic Controllers (PLC), perangkat komputer industri yang mengatur mesin dan sistem fisik di fasilitas penting.

Dalam beberapa pekan terakhir, para peretas diketahui mengincar PLC dari berbagai produsen terkemuka seperti Rockwell, Schneider Electric, hingga Siemens. Mereka menggunakan kecerdasan buatan untuk merancang skrip peretasan guna memanfaatkan kerentanan pada PLC Siemens.

Dampak dan Potensi Ancaman Lebih Besar

Meski belum berdampak signifikan pada suplai air bersih, serangkaian peretasan ini menyebabkan pemadaman operasional sementara. Hal yang lebih mengkhawatirkan, beberapa peretas bahkan memodifikasi PLC untuk melumpuhkan alarm dan prosedur penghentian darurat, menciptakan kondisi berbahaya tanpa peringatan bagi operator lapangan.

Daerah terdampak kebanyakan berada di pedesaan atau daerah terpencil, di mana gangguan infrastruktur vital dapat mempengaruhi populasi luas.

Sinyal Serangan dengan Motivasi Tersembunyi

Di tengah situasi ini, beberapa laporan menyebutkan bahwa intelijen AS mencurigai Iran sebagai dalang serangan tersebut yang bersifat oportunistik. Banyak yang melihat aksi ini sebagai balasan atas ketegangan militer antara AS-Israel dan Iran, meskipun belum ada pernyataan resmi dari pemerintah terkait.

Gelombang serangan ini kembali menyoroti kerentanan infrastruktur strategis AS terhadap serangan siber, dengan China dan Rusia sebelumnya dilaporkan terlibat dalam serangkaian upaya memata-matai dan menguji ketahanan infrastruktur vital AS dan Eropa.

Source link