Berita  

Erupsi Anak Krakatau dan Semeru: Fenomena Alam Mengejutkan



Aktivitas Gunung Api – Terjadi Erupsi Bersamaan, Ada Apa?

Aktivitas Gunung Api – Terjadi Erupsi Bersamaan, Ada Apa?

Jakarta, CNBC Indonesia — Aktivitas vulkanik di Indonesia kembali menjadi sorotan. Sejumlah gunung api mengalami erupsi dalam waktu berdekatan, mulai dari Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Gunung Sinabung di Sumatera Utara, Gunung Semeru di Jawa Timur, hingga Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur.

Hubungan Erupsi Gunung Api dalam Waktu Berdekatan

Fenomena tersebut kembali memunculkan pertanyaan: apakah erupsi sejumlah gunung api dalam waktu yang berdekatan memiliki hubungan satu sama lain? Fenomena gunung api yang erupsi secara bersamaan sebenarnya bukan kali pertama terjadi di Indonesia.

Pada April 2020, enam gunung api, yakni Kerinci, Anak Krakatau, Merapi, Semeru, Ibu dan Dukono, juga tercatat mengalami aktivitas vulkanik dalam waktu relatif bersamaan.

Mekanisme Erupsi Gunung Api dalam Waktu Bersamaan

Saat itu, ahli vulkanologi Institut Teknologi Bandung (ITB) menjelaskan bahwa terdapat beberapa kemungkinan yang dapat menyebabkan gunung api mengalami aktivitas pada waktu yang berdekatan. Kemungkinan pertama, gunung-gunung tersebut berada pada busur atau sistem tektonik yang berbeda. Dalam kondisi tersebut, kesamaan waktu erupsi dapat terjadi tanpa adanya hubungan langsung antara satu gunung dengan gunung lainnya.

“Analogi sederhananya seperti saat saya makan, tetangga saya makan dan Anda juga makan, ya kebetulan pas jam makan siangnya sama,” jelas salah seorang ahli vulkanologi.

Fenomena Erupsi sebagai Bagian dari Dinamika Gunung Api

Dengan banyaknya gunung api aktif di Indonesia, aktivitas vulkanik yang terjadi dalam waktu berdekatan bukan merupakan sesuatu yang mustahil. Indonesia sendiri berada di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik, yang membuat wilayah tersebut memiliki banyak gunung api aktif.

Oleh karena itu, ketika beberapa gunung api mengalami erupsi dalam periode yang sama, fenomena tersebut tidak secara otomatis menunjukkan adanya satu pemicu yang membuat seluruh gunung tersebut meletus. Hal terpenting adalah melihat aktivitas masing-masing gunung berdasarkan data pemantauan.

Perubahan kegempaan, deformasi tubuh gunung, kondisi kawah, hingga aktivitas erupsi menjadi sejumlah indikator yang digunakan untuk mengetahui perkembangan aktivitas vulkanik. Fenomena erupsi yang terjadi secara bersamaan dengan demikian lebih tepat dilihat sebagai bagian dari dinamika gunung api Indonesia yang memang sangat aktif, ketimbang langsung dikaitkan dengan adanya satu pemicu yang sama.

Terlebih, setiap gunung api memiliki sistem magma dan kondisi vulkanik tersendiri. Aktivitas satu gunung tidak dapat serta-merta dijadikan indikator bahwa gunung lain akan mengalami erupsi.

(mkh/mkh)

Source link