Berita  

AI dan Bahaya Besar: Peringatan untuk Semua






Tren Kecerdasan Buatan Meningkat Hingga 2027 Berdasarkan Hitachi Vantara

Tren Kecerdasan Buatan Terus Berkembang Hingga 2027

Jakarta, CNBC Indonesia – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) diperkirakan akan terus berlanjut hingga akhir 2027 menurut Country Managing Director Hitachi Vantara Indonesia Ming Sunadi. Menurutnya, teknologi AI saat ini belum mencapai puncaknya sehingga pengembangannya masih akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan.

Menurut Ming, tren ini akan terus berlanjut selama perusahaan terus melakukan pembelian teknologi AI dalam skala besar. Bahkan, AI berpotensi menjadi fondasi utama untuk perkembangan teknologi perusahaan di masa mendatang.

Tantangan Keamanan Siber dengan Adopsi AI yang Pesat

Pesatnya adopsi AI juga membawa tantangan baru dalam hal keamanan siber. Teknologi tersebut kini dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk meningkatkan kemampuan serangan, termasuk dalam membobol sistem perusahaan.

“Dengan perkembangan teknologi AI, keamanan siber juga ikut berkembang. Semakin banyak hacker yang menggunakan teknologi AI untuk melakukan serangan terhadap sistem perbankan,” ungkap Ming.

Untuk menghadapi ancaman tersebut, perusahaan tidak hanya perlu memperkuat sistem keamanan, tetapi juga menyiapkan infrastruktur yang mampu memulihkan data dengan cepat saat terjadi serangan.

Solusi Storage HKaci Vantara untuk Keamanan Data

Hitachi Vantara memperkenalkan Virtual Storage Platform One (VSP One) Block High End di Indonesia. Solusi penyimpanan all-flash NVMe ini dirancang untuk mendukung aplikasi mission-critical, kebutuhan AI, serta meningkatkan ketahanan data perusahaan terhadap ancaman siber.

VSP One Block High End dapat mencapai hingga 50 juta operasi input dan output per detik (IOPS) melalui arsitektur all-flash NVMe. Platform ini juga menggunakan akselerasi kompresi berbasis hardware dan adaptive data reduction untuk mempertahankan performa saat menangani beban kerja komputasi tinggi.

Dengan adanya AI, keamanan siber menjadi semakin penting, sehingga perusahaan perlu meningkatkan kewaspadaan dan infrastruktur untuk melindungi data mereka.

Sumber


Source link