Berita  

Mayoritas Kredit Digital: Manfaat dan Risiko

Kredit Digital Lebih Produktif, Mayoritas Pinjaman Kredivo Tidak Konsumtif

Menurut riset yang dilakukan oleh Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) bersama Kredivo Group, kredit digital tidak hanya digunakan untuk kebutuhan konsumtif sehari-hari. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2025, sebanyak 54,3% penggunaan kredit melalui Kredivo masuk dalam kategori produktif.

Kategori Produktif Lebih Mendominasi

Menariknya, porsi kredit produktif ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, yang berada di level 52,3%. Sebaliknya, penggunaan kredit untuk kebutuhan konsumtif mengalami peningkatan yang signifikan dari 19,2% menjadi 41,7%. Sedangkan penggunaan kategori lainnya turun drastis dari 28,5% menjadi 4%.

Riset tersebut menjelaskan bahwa kredit produktif digunakan untuk aktivitas yang menghasilkan pendapatan, seperti modal usaha, investasi aset produktif, pendirian usaha baru, ekspansi bisnis, hingga pembelian peralatan produksi. Penggunaan kredit produktif bervariasi, dengan 48% digunakan untuk modal usaha, 26% untuk dana pendidikan, 14% untuk dana kesehatan, dan 12% untuk biaya renovasi rumah.

Fungsi Kredit Digital yang Semakin Luas

Temuan dari riset ini mengindikasikan bahwa kredit digital memiliki peran yang lebih luas dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, bukan hanya sebatas alat pembayaran untuk kebutuhan konsumsi. Wakil Kepala Bidang Penelitian dan Pelatihan LD FEB UI, Paksi Walandouw, menyatakan bahwa kredit digital turut memainkan peran penting dalam memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat.

Pada akhirnya, kehadiran kredit digital seperti Kredivo tidak hanya memberikan kemudahan dalam melakukan transaksi keuangan, tetapi juga dapat menjadi alat yang mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat secara lebih luas.

Source link