Berita  

Nyari Batu, Malah Temukan Gigi Purba Berusia 10.000 Tahun

Benda yang semula dikira batu berbentuk aneh ternyata merupakan gigi geraham Mastodon Pasifik, mamalia raksasa yang hidup pada zaman Es terakhir. Fosil itu ditemukan di dasar aliran sungai kecil di San Mateo, California, Amerika Serikat, dalam kondisi sangat utuh dan diperkirakan berusia lebih dari 10.000 tahun.

Penemuan tersebut dilakukan Brigid Lynch saat menjalankan survei lapangan untuk sebuah proyek pelestarian alam. Ketika memeriksa aliran sungai, Lynch melihat benda keras yang tampak seperti batu. Pengamatan lebih dekat menunjukkan adanya pola serta susunan yang khas pada gigi hewan purba.

Setelah diperiksa para ahli, benda itu diidentifikasi sebagai gigi Mastodon Pasifik. Bentuknya masih lengkap, berukuran besar, dan warna permukaannya tetap terlihat jelas. Kondisinya membuat fosil tersebut disebut sebagai salah satu temuan paling indah yang pernah ditemukan di wilayah itu, menurut laporan ABC News, Selasa (15/9/2026).

Gigi langka dari mamalia zaman Es

Ahli paleontologi Wayne Thompson mengungkapkan kekagumannya terhadap kondisi fosil tersebut. “Ini adalah gigi Mastodon paling lengkap dan paling indah yang pernah saya lihat seumur hidup,” ujar Thompson. “Saat melihatnya, bulu kuduk saya berdiri.”

Mastodon merupakan mamalia raksasa yang hidup sejak sekitar 2,5 juta tahun lalu hingga sekitar 11.700 tahun lalu. Hewan ini kerap disamakan dengan Mamut Berbulu atau Woolly Mammoth, meski keduanya merupakan jenis yang berbeda.

Perbedaan itu antara lain terlihat pada bentuk gigi. Gigi Mastodon memiliki punggung-punggung melengkung yang digunakan untuk menghancurkan ranting dan dedaunan. Sementara itu, gigi Mamut berbentuk lebih datar dan berfungsi seperti alas gerinda untuk menggiling rumput.

Mastodon Pasifik juga berbeda dari Mastodon Amerika yang lebih dikenal luas. Jenis Pasifik memiliki gigi yang lebih ramping, tulang kaki lebih tebal, serta bentuk gading yang berbeda. Hewan tersebut dahulu diketahui berkelana di wilayah pesisir California, Oregon, hingga bagian utara Meksiko.

Akan diteliti di Universitas Stanford

Fosil yang ditemukan Lynch kini diserahkan kepada Universitas Stanford untuk menjalani penelitian lebih lanjut. Para peneliti berencana melakukan pemindaian karbon guna mengetahui usia pastinya. Mereka juga akan membuat pemindaian tiga dimensi sehingga bentuk gigi dapat dipelajari dan disebarluaskan tanpa harus memegang fosil asli.

Temuan tersebut dinilai penting karena gigi fosil dapat memberikan informasi mengenai kehidupan Mastodon Pasifik dan kondisi lingkungan pada masa lalu. Dari gigi itu, ilmuwan dapat meneliti jenis makanan yang dikonsumsi hewan tersebut, gambaran iklim pada zamannya, serta pengaruh perubahan lingkungan terhadap kehidupan hewan purba.

Informasi tersebut juga dapat digunakan untuk memahami kemungkinan perubahan yang akan terjadi pada hewan dan lingkungan di masa depan. Di dasar aliran sungai yang tampak biasa, fosil itu menjadi jejak kehidupan raksasa yang pernah hidup di wilayah yang sama lebih dari 10.000 tahun lalu.

Source link