Berita  

Cara Cek Sisa Umur HP Android Sebelum Beli Smartphone Baru

Banyak pengguna baru mempertimbangkan mengganti ponsel ketika perangkat mulai lambat, tampak ketinggalan zaman, atau tidak lagi mampu menjalankan aplikasi terbaru. Namun, patokan yang lebih penting adalah masa dukungan perangkat lunak dan pembaruan keamanan dari produsen. Ponsel yang masih menyala dan berfungsi belum tentu tetap aman digunakan jika dukungan tersebut telah berakhir.

Ketika pembaruan keamanan dihentikan, celah baru yang ditemukan pada sistem operasi tidak lagi mendapat tambalan dari pembuat perangkat. Risiko itu menjadi lebih serius karena ponsel kini digunakan untuk membuka aplikasi perbankan, memasukkan kata sandi, melakukan pembayaran, hingga mengakses berbagai layanan penting.

Ponsel Belum Rusak, tetapi Bisa Makin Berisiko

Berakhirnya masa dukungan tidak otomatis membuat ponsel rusak. Perangkat masih bisa dipakai untuk menelepon, mengirim pesan, dan menjelajah internet. Namun, pengguna tidak lagi memperoleh pembaruan fitur maupun perbaikan keamanan secara rutin.

Dampaknya dapat terlihat ketika aplikasi baru tidak berjalan dengan baik atau bahkan tidak bisa dipasang karena sistem operasi yang digunakan terlalu lama. Layanan seperti perbankan, dompet digital, dan media sosial juga dapat secara bertahap menghentikan dukungan untuk sistem operasi lama demi keamanan penggunanya.

Dengan kata lain, ponsel yang tidak lagi menerima tambalan keamanan tetap dapat digunakan, tetapi perlindungannya terhadap ancaman baru semakin berkurang. Setiap kelemahan yang ditemukan setelah dukungan berakhir berpotensi tetap terbuka dan dapat dimanfaatkan oleh penjahat siber.

Durasi Dukungan Berbeda di Tiap Merek

Masa dukungan pembaruan tidak sama untuk setiap produsen. Samsung, misalnya, memberikan pembaruan sistem dan keamanan hingga tujuh tahun untuk seri terbaru. Xiaomi menyediakan pembaruan sistem operasi hingga empat tahun dan pembaruan tambalan keamanan hingga lima tahun. Sementara itu, merek lain umumnya memiliki masa dukungan sekitar dua hingga tiga tahun, meski kebijakannya dapat berbeda berdasarkan model.

Perbedaan tersebut penting diperhitungkan saat membeli ponsel baru. Dua perangkat dengan harga yang hampir sama bisa memiliki masa pemakaian aman yang berbeda jauh. Ponsel dengan dukungan lebih panjang berpotensi lebih menguntungkan jika biaya pembelian dihitung berdasarkan tahun penggunaan yang masih mendapat perlindungan.

Cara Memeriksa Sisa Masa Dukungan

Pengguna tidak perlu menunggu sampai ponsel bermasalah untuk memeriksa status pembaruannya. Pemeriksaan awal dapat dilakukan melalui menu Pengaturan, kemudian masuk ke bagian Tentang Ponsel. Pilih informasi Versi Android atau Tingkat Tambalan Keamanan, lalu perhatikan tanggal pembaruan keamanan terakhir. Jika pembaruan terakhir sudah berbulan-bulan sebelumnya, dukungan perangkat mungkin telah berakhir atau segera berakhir.

Informasi tambahan dapat dicari melalui situs endoflife.date. Setelah membuka situs tersebut, pilih tab Devices, cari merek ponsel, lalu pilih model yang digunakan untuk melihat tanggal berakhirnya dukungan. Pengguna juga bisa mengetik nama model di mesin pencari dengan kata kunci “batas akhir pembaruan” atau “masa dukungan keamanan” dan membandingkan informasi dari produsen maupun sumber tepercaya.

Di Indonesia, ponsel semakin sering dipakai untuk transaksi keuangan, pembayaran tagihan, dan akses layanan pemerintahan. Karena itu, masa dukungan keamanan layak menjadi pertimbangan utama selain kamera, kapasitas penyimpanan, dan kecepatan perangkat. Semakin panjang dukungan yang diberikan, semakin lama ponsel dapat digunakan tanpa harus segera membeli pengganti karena persoalan keamanan.

Source link