Berita  

Bill Gates Tiba-Tiba Ajak Dunia Bersatu Lawan Alien

Bill Gates memperingatkan pemerintah di berbagai negara belum cukup siap menghadapi perubahan besar yang akan ditimbulkan kecerdasan buatan (AI). Menurut pendiri Microsoft itu, perkembangan teknologi berjalan lebih cepat daripada kemampuan pemerintah memahami dan mengantisipasi dampaknya.

“Saya tidak berpikir pemerintah mana pun sudah memahami persoalan ini sedalam yang seharusnya,” kata Gates, dikutip dari Reuters, Jumat (18/9/2026).

Ia menyebut sejumlah risiko yang perlu segera ditangani, termasuk ancaman terhadap lapangan pekerjaan, potensi serangan, serta kemungkinan munculnya kecanduan terhadap teman virtual berbasis AI. Gates sebelumnya dikenal optimistis terhadap kemajuan teknologi tersebut, tetapi kini semakin terbuka menyampaikan kekhawatiran mengenai konsekuensi yang menyertainya.

Pemerintah dinilai tertinggal

Gates mengatakan telah membahas persoalan AI dengan sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan timnya. Ia juga berencana bertemu dengan Presiden China Xi Jinping pada akhir tahun ini.

“Pemerintah jauh tertinggal dalam hal ini,” ujar Gates.

Menurut dia, pemerintah perlu bekerja sama untuk menghadapi persoalan yang muncul dari perkembangan AI. Kerja sama tersebut, kata Gates, dibutuhkan karena dampak teknologi ini tidak berhenti pada satu negara atau satu sektor saja.

Gates menggambarkan AI seperti kecerdasan dari luar bumi yang sudah hadir di tengah masyarakat. Ia merujuk pada cerita dalam film-film bencana, ketika Amerika Serikat, China, dan negara-negara lain bersatu menghadapi ancaman bersama.

“Ada berbagai film di mana beberapa alien datang, dan secara ajaib Amerika Serikat, China, dan semua orang bersatu untuk menyelesaikan masalah tersebut,” katanya.

“AI agak seperti kecerdasan alien ini. Ia sudah ada di sini, dan kita sebaiknya melakukan seperti yang ditunjukkan dalam film-film tersebut,” lanjut Gates.

Gates Foundation siapkan US$1 miliar

Di tengah kekhawatiran terhadap risiko AI, Gates dan yayasan yang didirikannya berupaya memastikan teknologi tersebut juga memberi manfaat bagi masyarakat miskin. Gates Foundation pada Selasa mengumumkan rencana mengalokasikan sedikitnya US$1 miliar dalam dua tahun ke depan untuk memperluas akses terhadap AI.

Dana itu merupakan bagian dari rencana pengeluaran yayasan sekitar US$9 miliar per tahun. Penyalurannya akan dilakukan melalui mitra yang mengembangkan pemanfaatan AI untuk pendidikan, kesehatan, dan pertanian.

Yayasan tersebut juga akan mendukung pembangunan fondasi data yang dibutuhkan oleh sistem AI. Salah satu fokusnya adalah memastikan model bahasa besar atau large language model (LLM) mampu bekerja dalam beragam bahasa yang digunakan masyarakat di dunia.

Gates menilai upaya memperluas akses penting agar AI tidak semakin memperlebar kesenjangan antara negara dan kelompok masyarakat kaya dengan mereka yang miskin. Ia mengatakan teknologi itu memiliki potensi besar membantu masyarakat kurang mampu apabila dikelola dengan baik dan dapat diakses secara merata.

Sektor kesehatan menjadi salah satu bidang yang menurut Gates paling menjanjikan. “Untuk kesehatan, sulit untuk melebih-lebihkan potensinya,” jelasnya.

Ia menyebut AI dapat membantu tenaga kesehatan di lapangan, sekaligus mendukung penemuan obat dan vaksin baru. Namun, peluang tersebut tetap dibarengi kebutuhan untuk memperkuat kesiapan pemerintah dalam mengelola risiko dan dampak sosial yang ditimbulkan AI.

Source link