Berita  

Dukung Ekonomi Digital, 5G XLSMART Jangkau Pelosok

Kebutuhan konektivitas berkapasitas besar, stabil, dan andal meningkat seiring pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam transformasi ekonomi digital. Menjawab kebutuhan tersebut, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) memperkuat kapasitas jaringan, memperluas infrastruktur fiber optik, serta mempercepat pengembangan layanan 5G.

Director & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, menyebut spektrum gabungan yang dimiliki perusahaan membuka peluang untuk menyediakan layanan data yang lebih stabil bagi pengguna. Penguatan jaringan itu diarahkan untuk mendukung kebutuhan koneksi dengan kapasitas tinggi dan latensi rendah.

Perluasan jaringan dan modernisasi perangkat

Pengembangan jaringan tidak hanya dilakukan melalui penambahan kapasitas 5G. XLSMART juga terus memperluas jaringan fiber optik yang menghubungkan Base Transceiver Station (BTS) di berbagai wilayah Indonesia. Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun jaringan yang lebih andal untuk melayani pertumbuhan kebutuhan data.

Selain memperluas jangkauan, perusahaan melakukan modernisasi perangkat jaringan. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas konektivitas, termasuk melalui pemanfaatan teknologi AI. Dalam operasional jaringan, AI digunakan untuk mendukung proses operasi dan pemeliharaan agar lebih efisien serta produktif.

Investasi pada AI juga diarahkan ke sisi layanan pelanggan. Dengan begitu, pemanfaatan teknologi tersebut tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan pemeliharaan jaringan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya XLSMART dalam memberikan layanan kepada konsumen.

Kapasitas jaringan meningkat 2,5 kali lipat

Transformasi XLSMART setelah merger tercermin dari peningkatan kapasitas jaringan hingga 2,5 kali lipat. Perusahaan menyatakan peningkatan tersebut membuat akses internet pelanggan menjadi lebih cepat dan andal.

Perubahan kapasitas jaringan itu berjalan beriringan dengan pertumbuhan sejumlah indikator bisnis. Berdasarkan informasi perusahaan, penguatan jaringan mampu mendorong jumlah pelanggan serta pertumbuhan volume data. Average revenue per user (ARPU) tercatat meningkat 23 persen, sementara pendapatan tumbuh 26 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy). EBITDA juga naik 19 persen.

Angka-angka tersebut menjadi gambaran dampak transformasi jaringan terhadap kinerja bisnis XLSMART. Perusahaan menempatkan penguatan konektivitas sebagai fondasi untuk meningkatkan pengalaman akses pelanggan sekaligus menangkap pertumbuhan kebutuhan layanan data di tengah perkembangan ekonomi digital.

Strategi pengembangan konektivitas, penggunaan AI dalam operasional dan layanan konsumen, serta perluasan jaringan menjadi topik pembahasan Merza Fachys dalam dialog bersama Mercy Widjaja di program Teclo Insight CNBC Indonesia, Rabu, 23 September 2026. Pembahasan tersebut mengulas strategi layanan konektivitas XLSMART, dampaknya terhadap kinerja perusahaan, dan perannya dalam mendukung ekonomi digital Indonesia.

Source link