Berita  

50% Umur Manusia Ditentukan Sejak dalam Kandungan?

Gen diperkirakan menyumbang sekitar 50 persen terhadap panjang usia seseorang, menurut penelitian terbaru dari Institut Sains Weizmann, Israel. Namun, pengaruh gen terhadap umur panjang tidak dapat dipisahkan dari gaya hidup, lingkungan, serta faktor kebetulan yang membuat individu dengan latar genetik dan kondisi hidup serupa tetap dapat meninggal pada usia berbeda.

“Rentang hidup dipengaruhi banyak faktor, termasuk gaya hidup, gen, dan terpenting soal faktor kebetulan seperti organisme yang identik secara genetik dibesarkan di lingkungan yang sama tetapi meninggal dalam waktu berbeda,” kata Ben Shenhar, penulis utama studi sekaligus mahasiswa doktoral bidang fisika di Institut Sains Weizmann, seperti dikutip dari Times of Israel, Senin (28/9/2026).

Mortalitas dari luar tubuh ikut memengaruhi perhitungan

Penelitian ini mengembangkan studi sebelumnya yang menggunakan data kembar dari Swedia dan Denmark pada abad ke-19. Studi terdahulu berupaya mengukur pengaruh faktor genetik terhadap berbagai sifat manusia, tetapi belum sepenuhnya memperhitungkan penyebab kematian yang berasal dari luar tubuh.

Faktor tersebut disebut mortalitas ekstrinsik. Kekerasan, kecelakaan, dan penyakit menular termasuk di dalamnya. Menurut para peneliti, faktor-faktor itu dapat mengaburkan pengaruh gen terhadap panjang usia apabila tidak dimasukkan dalam perhitungan.

Untuk mengukurnya, tim peneliti menggunakan rumus matematika terhadap data orang kembar. Salah satu contoh yang digunakan adalah pasangan kembar ketika seorang di antaranya meninggal pada usia 90 tahun karena sebab alami, sementara saudara kembarnya meninggal pada usia 30 tahun akibat penyakit menular.

Risiko mortalitas ekstrinsik pada masa sebelum era antibiotik diperkirakan 10 kali lebih tinggi dibandingkan saat ini. Penyakit menular menjadi salah satu alasan utama tingginya risiko tersebut, terutama karena kini sejumlah penyakit lebih mudah diobati.

Dengan memasukkan data tersebut, para peneliti memvalidasi prediksi bahwa kematian akibat faktor eksternal dapat menutupi heritabilitas, yakni bagian dari variasi suatu sifat yang dipengaruhi faktor genetik.

Gen dapat memperpendek atau memperpanjang usia

Uri Alon, penulis senior studi sekaligus ahli biologi sistem di Weizmann Institute, mengatakan penelitian kembar sebelumnya telah menggunakan metode statistik untuk mengkaji sifat seperti tinggi badan, tekanan darah, dan kepribadian. Sifat-sifat itu, menurut dia, tidak terpengaruh mortalitas ekstrinsik dengan cara yang sama seperti usia harapan hidup.

“Rata-rata umur harapan hidup adalah satu sifat khusus yang dipengaruhi mortalitas ekstrinsik. Karena penyebab kematian tidak dicatat dalam studi kembar lama, jadi tidak dikoreksi,” ujar Alon.

Para peneliti menjelaskan bahwa pengaruh gen terhadap panjang usia dapat berlangsung dalam dua arah. Cacat genetik tertentu dapat melemahkan tubuh, memicu penyakit, dan memperpendek usia. Sebaliknya, variasi gen tertentu dapat memberikan perlindungan terhadap penyakit yang muncul seiring bertambahnya usia.

Shenhar mencontohkan orang yang dapat mencapai usia 100 tahun tanpa kondisi medis serius. Menurut dia, kemungkinan terdapat gen pelindung yang membantu menekan risiko penyakit pada usia lanjut.

“Sejumlah gen telah diidentifikasi, meskipun seperti kebanyakan sifat kompleks, usia panjang mungkin dipengaruhi ratusan bahkan ribuan gen,” kata Shenhar.

Source link