Berita  

Maling Rampok Harta Karun Emas: Modus Tak Terduga

Di era teknologi canggih, maling memiliki kemampuan untuk membobol sistem pengamanan yang ketat di museum dan mengganggu ‘harta karun’ berharga. Pada Agustus 2024, puluhan museum di Prancis dilaporkan mengalami penyerangan ransomware yang mengakibatkan kerusakan sistem. Baru-baru ini, Museum Nasional Sejarah Alam Prancis juga menjadi korban serangan siber pada Juli 2025, yang merusak sistem museum serta mempengaruhi pameran yang sedang berlangsung. Maling berhasil mencuri bongkahan emas senilai US$705.000 atau sekitar Rp11,7 miliar yang dipamerkan dalam etalase museum. Mereka menggunakan alat penggiling sudut dan obor las untuk memotong pintu pengaman dan membuka kotak spesimen emas tersebut. Diketahui bahwa para pencuri mengetahui bahwa sistem pengawasan dan alarm di museum telah dinonaktifkan sebelumnya oleh serangan siber. Wakil Direktur Jenderal Museum Nasional Sejarah Alam Prancis, Emmanuel Skoulios, menjelaskan bahwa bongkahan emas yang dicuri memiliki berat total 6 kilogram dan kemungkinan sudah dilebur. Kasus pencurian barang berharga juga pernah terjadi di Prancis dan beberapa merek bergengsi seperti Gucci, Balenciaga, dan Alexander McQueen melaporkan pembobolan sistem oleh pihak ketiga. Orang tak dikenal berhasil mencuri data pelanggan terbatas dari beberapa outlet di bawah Kering. Selain itu, toko perhiasan Tiffany juga mengalami pembobolan yang membahayakan lebih dari 2.500 konsumen. Penyerangan tersebut diduga dilakukan oleh kelompok penjahat siber ‘Scattered Spider’. Penyerangan siber semakin meresahkan instansi-instansi di Prancis yang memiliki barang-barang berharga untuk dipertimbangkan perlindungan yang lebih baik.

Source link