Pada bulan April lalu di Los Angeles, ajang adu balap sperma berhasil menarik minat investor kelas kakap. Perusahaan penyelenggara, Sperm Racing, dikabarkan mampu menggalang dana sebesar US$ 10 juta (sekitar Rp 166 miliar). Didirikan oleh Eric Zhu, seorang pria berusia 18 tahun, yang sebelumnya sukses dengan startup analisis data yang didirikannya saat masih duduk di bangku SMA pada usia 15 tahun. Ia berbagi bahwa ide awal Sperm Racing muncul setelah bertemu dengan investor di New York, yang tertarik dengan ambisi Zhu dan Nick Small terhadap adu balap sperma. Melalui presentasi mereka, banyak investor menjadi tertarik dan memberikan dana, dengan salah satunya mentransfer US$ 300 ribu tanpa syarat apa pun. Saat ini, Sperm Racing berhasil menggalang dana sebesar US$ 10 juta, dengan valuasi perusahaan mencapai US$ 75 juta (sekitar Rp 1,25 triliun).
Ajang adu balap sperma ini dirancang dengan lintasan balap yang menampilkan pergerakan sperma melalui kamera beresolusi tinggi. Peserta yang sperma berenang paling cepat dan mencapai garis finis akan dianggap sebagai pemenang. Selain sebagai hiburan, acara ini juga dianggap sebagai uji coba untuk meningkatkan kesuburan pria melalui perubahan positif pada kesehatan fisik. Dengan rata-rata sperma mampu berenang sejauh 5 milimeter per menit, serta mencapai sel telur dalam waktu 15 hingga 45 menit setelah ejakulasi, acara ini diperkirakan akan berlangsung selama 40 menit jika semua berjalan lancar. Zhu menegaskan bahwa tujuan utama dari Sperm Racing adalah untuk membangkitkan kesadaran akan kesehatan dan kesuburan pria. Beberapa investor yang telah bergabung dengan Sperm Racing antara lain adalah DJ 3lau, pendiri Pudgy Penguins Luca Netz, dan Figment Capital. Mereka melihat adu balap sperma sebagai kombinasi hiburan dan kesehatan yang sangat menarik, dan percaya bahwa dalam beberapa tahun ke depan, hal ini tidak lagi akan terdengar aneh.
Lomba Adu Balap Sperma: Investor Guyur Rp 166 Miliar












