Memelihara kesehatan gigi tidak hanya berdampak pada kesehatan mulut, namun juga dapat menjadi faktor menentukan risiko kematian dini. Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Osaka di Jepang menemukan hubungan antara kondisi gigi dengan peningkatan risiko kematian. Menurut peneliti, jumlah total gigi sehat dan gigi yang ditambal mampu memprediksi angka kematian lebih akurat daripada hanya melihat gigi berlubang atau sehat saja. Hal ini karena gigi yang hilang atau rusak dapat menyebabkan peradangan kronis yang berpotensi menyebar ke bagian tubuh lain. Studi ini juga menyoroti bahwa jumlah gigi yang hilang dapat mempersulit seseorang dalam mengunyah makanan dan menjaga pola makan sehat.
Penelitian lain yang dilakukan oleh Institut Sains Tokyo juga menemukan bahwa kerapuhan mulut, seperti gigi hilang, masalah mengunyah dan menelan, mulut kering, dan kesulitan berbicara, dapat menjadi faktor penentu membutuhkan perawatan jangka panjang dan risiko kematian. Dengan demikian, menjaga kesehatan mulut bukan hanya penting untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut, namun juga dapat berkontribusi pada peningkatan peluang untuk hidup lebih lama dan sehat. Oleh karena itu, merawat gigi dengan baik dan secara teratur bukan hanya penting bagi kesehatan mulut, namun juga dapat melindungi dari risiko kematian dini.
Selain faktor kesehatan, hasil penelitian juga menyoroti bahwa status sosial seseorang juga dapat mempengaruhi perawatan gigi, yang pada akhirnya berdampak pada umur seseorang. Dengan demikian, menjaga kesehatan gigi dan mulut bukan hanya menjadi perhatian untuk kesehatan secara keseluruhan, namun juga dapat menjadi faktor penting dalam menentukan umur seseorang.












