Harga chip memori mengalami lonjakan drastis dan mempengaruhi penjualan perangkat elektronik konsumen seperti HP, router, serta laptop. Para pedagang di ITC Kuningan mulai merasakan dampaknya dengan menurunnya penjualan. Perusahaan semikonduktor asal Taiwan, Phison, juga menghadapi ancaman penutupan lini produksinya karena krisis chip memori yang terjadi saat ini. Permintaan chip untuk kebutuhan industri AI membuat produksi chip konvensional untuk perangkat elektronik turun, karena chip berkapasitas tinggi untuk AI dianggap lebih menguntungkan. Dampak dari lonjakan harga chip memori ini menyebabkan banyak produsen harus menghentikan produksi mereka atau bahkan menghadapi kebangkrutan. CEO Phison, Pua Khein-Seng, memperingatkan bahwa produsen elektronik mungkin akan bangkrut atau menurunkan produksi akibat kekurangan pasokan memori. Industri AI memegang peran penting, terutama dalam mengonsumsi sebagian besar produksi memori global. Para produsen memori kini meminta pembayaran di muka hingga tiga tahun untuk mengamankan pasokan, dengan perkiraan krisis ini berlangsung hingga 2030 atau lebih lama. Kelangkaan ini terutama berdampak pada produsen elektronik terjangkau seperti perangkat streaming, router Wi-Fi, perangkat rumah pintar, smartphone, dan smart TV. Para analis memperkirakan biaya smartphone akan naik sebesar 6-8%, menyebabkan harga yang lebih tinggi, pilihan yang lebih sedikit, serta siklus produk yang lebih panjang.
Krisis 2026: Ramalan Gulung Tikar Pabrik
Read Also
Recommendation for You

Perubahan Iklim Membawa Dampak pada Kualitas Susu dan Keju Jakarta, CNBC Indonesia – Krisis perubahan…

SynhID: Alat AI untuk Mendeteksi Keaslian Gambar Semakin Luas Jakarta, CNBC Indonesia – Pengguna Google…

Grab dan Gojek Hentikan Program Langganan, Bagaimana Dampaknya? Grab Indonesia Menutup Program Langganan GrabBike Jakarta,…

Pensiunan Australia Temukan Fosil Langka dalam Batu di Tambang Lokal Seorang pensiunan peternak ayam asal…








