Berita  

Baterai Baru China: Teknologi Awet Tanpa Dicas!

China saat ini menjadi pemimpin dalam pengembangan teknologi baterai nuklir yang dapat bertahan lama tanpa perlu diisi ulang. Teknologi ini telah dikembangkan oleh Amerika Serikat sejak tahun 1950-an, namun kini China telah melampaui Amerika dalam pengembangan baterai nuklir. Salah satu perusahaan teknologi di China, yaitu Betavolt, telah berhasil menciptakan baterai nuklir mini yang dikenal dengan nama BV100, yang mampu bertahan hingga 50 tahun tanpa perlu diisi ulang.

Baterai nuklir ini sangat berpotensi untuk digunakan dalam berbagai bidang seperti perangkat medis, teknologi dirgantara, dan bahkan smartphone masa depan. Teknologi ini bekerja dengan memanfaatkan partikel beta dari peluruhan radioaktif untuk menghasilkan arus listrik yang stabil. Meskipun daya listriknya tidak sebesar baterai konvensional, namun keunggulan utamanya adalah umur pakai yang sangat panjang hingga mencapai 100 tahun.

China juga terus mengembangkan berbagai jenis baterai nuklir lainnya, seperti baterai berbasis karbon-14 yang diklaim dapat bertahan hingga satu abad. Negara ini menjadikan pengembangan rantai pasok baterai nuklir sebagai prioritas untuk mendukung industri tersebut. Di sisi lain, Amerika Serikat sedang berusaha mengejar ketinggalan dengan mengembangkan baterai nuklir berbasis tritium. Meskipun sebelumnya pernah menciptakan baterai betavoltaik pertama di dunia, namun kini perusahaan teknologi di AS, Inggris, dan Eropa mulai kembali serius mengembangkan teknologi baterai nuklir.

Dengan perkembangan pesat ini, industri teknologi dunia semakin fokus pada pengembangan dan penerapan baterai nuklir yang efisien dan bertahan lama. China telah menjadi pencetus utama dalam hal ini, menunjukkan potensi besar dalam mengubah cara dunia menggunakan energi nuklir dalam berbagai aspek kehidupan.

Source link