Baterai Ponsel Bekas Rusak: Mitos atau Fakta?
Jakarta, CNBC Indonesia – Pengguna smartphone sering kali khawatir soal baterai, apakah penuh akan merusak atau sebaiknya diisi berapa persen saja untuk pemakaian yang lebih awet?
Isi Baterai, Mitos atau Fakta?
Seiring berjalannya waktu, ada banyak saran yang beredar terkait pengisian baterai ponsel. Salah satunya menyatakan bahwa mengisi baterai hingga 100% akan merusak baterai dalam jangka panjang. Menurut PCMag, idealnya pengguna bisa mencabut colokan pengisi daya saat baterai telah mencapai 80-90% untuk menghindari tekanan berlebih pada baterai.
Samsung sendiri menyarankan agar pengguna menjaga baterai di atas 50% untuk menjaga kinerja baterai lithium-ion. Semakin sering baterai habis total, semakin cepat kapasitas dan masa pakainya menurun. Kebiasaan membiarkan ponsel tetap terhubung dengan pengisi daya saat baterai penuh juga bisa memperpendek usia baterai.
Suhu Lingkungan Juga Berpengaruh
Selain soal pengisian, suhu lingkungan juga memiliki peran penting dalam kesehatan baterai. Apple menyarankan pengguna untuk menghindari suhu ekstrem pada ponsel agar baterai dapat bertahan lebih lama. Suhu ideal untuk ponsel berada pada rentang 16-22 derajat Celcius, sedangkan suhu di atas 35 derajat Celcius dapat merusak baterai secara permanen.
Dengan memperhatikan beberapa hal tersebut, pengguna smartphone diharapkan dapat memperpanjang usia baterai ponselnya dan menghindari kerusakan yang tidak diinginkan.












