Kecanggihan Artificial Intelligence Munculkan Ancaman Baru dalam Dunia Digital
Jakarta, CNBC Indonesia – Kemunculan artificial intelligence (AI) influencer membuktikan bahwa lompatan inovasi kecerdasan buatan telah melangkah jauh. Teknologi ini kini mampu menciptakan sosok virtual yang tampak hidup dan berinteraksi seperti manusia tulen.
Rianda Dirkareshza dari UPN Veteran Jakarta dalam penelitiannya menyoroti dampak dari kehadiran AI influencer. Industri periklanan global menganggap AI influencer sebagai alternatif yang efisien dalam kampanye pemasaran digital.
Ketika Karya Manusia Dimakan AI
Pemanfaatan influencer virtual memberikan kontrol lebih tinggi bagi pemilik merek. Namun, persoalan muncul terkait eksploitasi identitas manusia dalam dunia digital. Banyak karya orisinal yang digunakan tanpa izin, mengundang perdebatan terkait pelanggaran hak cipta.
Pemalsuan Identitas dengan Deepfake dan UU PDP
Ancaman AI influencer semakin nyata dengan teknologi deepfake yang memalsukan wajah dan suara seseorang. Hal ini berkaitan erat dengan regulasi hukum yang berlaku, di mana perlindungan terhadap data biometrik sangat penting.
Ancaman Bagi Demokrasi Digital dan Jerat UU ITE
Rekayasa video palsu pejabat dapat digunakan sebagai propaganda politik, mengancam demokrasi. Regulasi hukum saat ini masih belum sepenuhnya mampu menangani dampak negatif dari AI influencer. Perdebatan global pun mencuat mengenai tanggung jawab dalam hal pelanggaran digital.
Forum diskusi WIPO menegaskan pentingnya keseimbangan antara inovasi teknologi dan perlindungan hak cipta. Prinsip utama yang dijunjung adalah bahwa AI harus tetap melayani manusia, bukan sebaliknya.
Tantangan ke depan adalah bagaimana manusia dapat mempertahankan kendali atas identitas mereka di era digital. Jika regulasi tidak diperketat, martabat manusia dalam dunia digital akan terus terancam.












