Berita  

Aturan RI Diterapkan di Banyak Negara: Swedia Bergabung!

Sekolah di Swedia Larang Penggunaan HP, Apa Alasannya?

Pemerintah Swedia telah mengambil keputusan mengejutkan dengan melarang penggunaan HP di sekolah saat musim gugur tiba nanti. Larangan ini merupakan bagian dari upaya besar negara tersebut untuk kembali pada penggunaan metode belajar tradisional berbasis buku di ruang kelas.

Swedia Fokus pada Pengurangan Layar dan Peningkatan Membaca

Sejak tahun 2023, pemerintah koalisi kanan-tengah Swedia telah menggalakkan kebijakan yang menekankan waktu lebih banyak untuk membaca dan mengurangi paparan layar, terutama bagi anak-anak di usia dini. Hal ini dilakukan karena pemerintah melihat adanya penurunan kemampuan membaca dan menulis, terutama di kalangan siswa usia muda.

Ketua Komite Pendidikan Parlemen Swedia, Joar Forsell, menekankan bahwa penggunaan buku serta metode belajar tradisional dianggap lebih efektif daripada perangkat digital. Forsell menyatakan kepercayaannya bahwa membatasi penggunaan layar dapat menciptakan lingkungan belajar yang minim gangguan.

Indonesia dan Implementasi Kebijakan Serupa

Kebijakan larangan penggunaan HP di Swedia sejalan dengan tren global yang semakin membatasi akses ponsel dan perangkat digital. Bahkan di Indonesia, sejak Maret 2026, telah diterapkan pelarangan akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun. Langkah ini mengikuti PP Tunas yang diperkuat dengan Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026.

Tidak hanya itu, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta juga telah mengeluarkan Surat Edaran untuk mengumpulkan gawai semua siswa selama proses belajar berlangsung. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga kualitas kognitif dan ketenangan psikologis peserta didik.

Pelarangan penggunaan gawai di sekolah dilakukan kecuali untuk kebutuhan pembelajaran tertentu dan di tempat yang telah ditetapkan. Meski demikian, pembatasan ini diterapkan untuk menjaga fokus siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

Dengan kebijakan yang semakin banyak negara menerapkan aturan terkait penggunaan teknologi digital di sekolah, perhatian terhadap efek penggunaan layar tampak semakin meningkat. Pendidikan yang kembali pada penggunaan buku dan metode belajar tradisional menjadi fokus utama untuk mengembalikan kualitas pembelajaran yang lebih baik.

Source link