Berita  

Perintah Trump Membuat Semua Warga AS Kaya Raya – Fakta atau Mitos?

Trump Menuntut Perusahaan Teknologi Bagi Hasil AI

Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden AS Donald Trump tiba-tiba membuat komentar tak terduga. Dalam pernyataannya pada Rabu (10/6) waktu setempat, Trump mengatakan para raksasa teknologi yang mengembangkan sistem kecerdasan buatan (AI) seharusnya setuju untuk “berbagi” (giving back) ke publik.

Maraknya penolakan masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur data center AI yang mencemari lingkungan, selama ini juga seperti tidak direspons oleh Trump. Belum lagi fenomena PHK yang terus berlanjut dan sulitnya mendapat pekerjaan di era AI. Trump tampak seperti ‘tutup mata’.

Industri Teknologi Didesak Beri Kepentingan

Sebagai informasi, industri teknologi banyak membantu Trump dalam kampanyenya pada Pilpres 2024, termasuk memberikan pendanaan jumbo untuk program-program pemerintahannya. Hal ini ditengarai sebagai salah satu faktor Trump kerap membela industri teknologi.

Trump juga sempat menunda perintah eksekutif untuk mengatur AI. Saat dirilis pekan lalu, kebijakan soal AI juga dinilai ‘lunak’ terhadap industri teknologi.

Kekhawatiran Warga AS Terkait AI

Kekhawatiran makin meningkat di kalangan warga AS tentang dampak negatif AI terhadap kehidupan mereka. Separuh warga AS khawatir bahwa meningkatnya AI dapat membuat mereka atau seseorang di rumah tangga mereka kehilangan pekerjaan, menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos yang diselesaikan pada pekan ini.

Perusahaan AI Anthropic, OpenAI, Google, dan Meta tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Senator Vermont Bernie Sanders, seorang kritikus Trump yang mencalonkan diri sebagai calon presiden dari Partai Demokrat pada tahun 2016 dan 2020, telah menyatakan dukungannya terhadap gagasan tersebut. Trump mengatakan pekan lalu bahwa timnya akan menelitinya lebih lanjut.

(fab/fab)

Source link