Berita  

Pemerintah di Ambang Runtuh karena Ancaman Petaka Baru

Pemerintah Waspadai Ancaman AI Terdahsyat, Lebih Dari Sekadar Keamanan Cyber

Jakarta, CNBC Indonesia – Lembaga-lembaga intelijen untuk aliansi Five Eyes (Australia, Amerika Serikat, Inggris, Selandia Baru, dan Kanada) memberikan peringatan darurat terkait dampak perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang kian masif.

Lembaga-lembaga tersebut menyebut model-model AI canggih hanya tinggal beberapa bulan lagi untuk mencapai kemampuan melancarkan serangan siber baru yang dahsyat terhadap pemerintah negara-negara dunia dan bisnis.

Kemampuan Generatif AI untuk Serangan Siber Semakin Nyata

Peringatan ini diungkap sesaat setelah pemerintahan Donald Trump memutuskan memblokir warga negara asing untuk mengakses model AI canggih, Mythos 5 dan Fable 5, yang dikeluarkan perusahaan teknologi Anthropic.

“AI juga akan mengakselerasi kecepatan, skala, dan kecanggihan ancaman siber,” tertulis dalam pernyataan bersama pada Senin (22/6) malam waktu Sydney.

Dalam hal ini, aliansi Five Eyes mengatakan dibutuhkan ketahanan siber yang solid untuk memastikan keberlanjutan bisnis, kepercayaan pasar, dan nilai jangka panjang.

Model-model AI generatif adalah tool baru yang ampuh yang mampu mencari kerentanan dalam sistem keamanan siber, dan dapat membantu mengeksploitasi kerentanan tersebut serta memperbaikinya.

Antisipasi Dampak Model AI Canggih Berikutnya

Dibutuhkan respons cepat dari semua lembaga dan masyarakat untuk menghadapi risiko keamanan siber yang semakin nyata dan kompleks.

Dalam perkembangan terkini, model-model AI canggih yang disebutkan dalam pernyataan tersebut semakin menjadi sorotan dunia, dengan banyak pihak yang mengawasi perkembangannya dengan seksama.

Pada Maret lalu, pemerintah Albania menandatangani kontrak dengan Anthropic sebagai perusahaan pertama yang masuk ke dalam rencana AI nasionalnya, menandakan betapa seriusnya implikasi dan manfaat teknologi kecerdasan buatan ini bagi negara.

Source link