Berita  

Cara Deteksi Kanker Cepat dalam 1 Jam




Deteksi Kanker Mulut dalam Waktu 1 Jam dengan Metode Baru

Deteksi Kanker Mulut dalam Waktu 1 Jam dengan Metode Baru

Jakarta, CNBC Indonesia – Kanker mulut mungkin bukan jenis kanker yang banyak diketahui masyarakat. Namun, jumlah kasusnya terus meningkat di berbagai belahan dunia dan penyakit ini dapat berakibat fatal jika tidak terdeteksi sejak dini.

Tim ilmuwan dari Inggris dan India berhasil mengembangkan metode tes baru yang efektif, cepat, dan tidak invasif untuk mendeteksi kanker mulut pada tahap awal. Deteksi dini menjadi kunci untuk meningkatkan peluang kesembuhan, dan kini hasil pemeriksaan dapat diketahui hanya dalam waktu satu jam.

Metode Tes Baru yang Revolusioner

Tes ini memberikan cara yang cepat, akurat, dan tidak invasif bagi klinisi untuk melakukan triase pasien. Tes tersebut, yang disebut quantitative Malignancy Index Diagnostic System (qMIDS), menggunakan sikat kecil untuk mengambil sampel dari lesi yang dicurigai dan menganalisis ekspresi mRNA dari gen-gen yang berkaitan dengan kanker mulut. Metode ini membantu dalam membedakan kanker mulut dengan lesi jinak.

Hasil penelitian telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Biomarker Research dan menunjukkan tingkat akurasi keseluruhan mencapai 95,5%, dengan tingkat hasil positif palsu dan negatif palsu kurang dari 5%. Seluruh hasil pemeriksaan dapat diperoleh dalam waktu kurang dari satu jam.

Manfaat Besar bagi Pasien

Metode tes ini tidak hanya menghindarkan pasien dari prosedur yang tidak nyaman melalui biopsi, tetapi juga membantu pasien berisiko tinggi memantau kondisi kesehatannya secara berkala. Ini memungkinkan dokter untuk mendeteksi lebih dini jika lesi mulai berkembang menjadi kanker sehingga penanganan dapat segera diberikan.

Pentingnya deteksi dini kanker mulut diperkuat oleh fakta bahwa jumlah kasus kanker mulut di seluruh dunia telah meningkat dua kali lipat sejak 1990. Faktor gaya hidup seperti merokok, konsumsi alkohol, minuman tinggi gula, dan infeksi human papillomavirus (HPV) diduga berkontribusi terhadap meningkatnya risiko kanker mulut.

Tim peneliti berencana untuk mengomersialkan teknologi ini dan memperkirakan tes qMIDS dapat mulai digunakan dalam layanan klinis dalam waktu sekitar dua tahun.


Source link