Berita  

Kasus Keracunan Obat Kurus: Ribuan Korban Terkena Dampak






Peningkatan Kasus Keracunan Obat Kurus, Ratusan Orang Terdampak

Peningkatan Kasus Keracunan Obat Kurus, Ratusan Orang Terdampak

Jakarta, CNBC Indonesia – Konsumsi semaglutide yang ditemukan dalam obat Ozempic dan Wegovy ‘meledak’ setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) memperluas izin penggunaannya untuk manajemen berat badan pada 2021.

Reaksi GLP-1RAs Terhadap Tubuh

Sebagai informasi, GLP-1RAs bekerja dengan menstimulasi produksi insulin, menekan pelepasan glukagon, dan memperlambat pengosongan lambung. Intinya, GLP-1RAs meniru hormon alami untuk mengatur gula darah dan nafsu makan, sehingga sangat efektif untuk mengontrol diabetes tipe 2 dan menurunkan berat badan.

Seiring popularitasnya yang membludak dan banyak orang mengonsumsi Ozempic atau Wegovy, pusat-pusat pengendalian racun juga mulai menerima laporan yang meningkat terkait kasus keracunan, dengan semaglutide sebagai faktor penyebab terbesar di antara obat-obat lainnya.

Peneliti dari University of Texas (UT) San Antonio juga menyebutkan bahwa kasus keracunan ini berkaitan langsung dengan perizinan FDA yang diperluas untuk penggunaan semaglutide.

Fenomena Lonjakan Kasus Keracunan

Sebelum FDA menyetujui penggunaan semaglutide untuk obesitas, pusat pengendalian racun di seluruh AS biasanya menangani 1.000-1.500 kasus keracunan terkait GLP-1RAs setiap tahunnya. Namun, setelah izin tersebut diperluas, angka kasus keracunan hampir dua kali lipat.

Pada tahun 2023, pusat pengendalian racun di AS mencatat adanya 8.000 telepon terkait keracunan GLP-1RAs. Penelitian tim dari UT San Antonio mengungkapkan bahwa lonjakan kasus keracunan ini terjadi karena penyalahgunaan dan penanganan yang keliru terhadap obat Ozempic dan Wegovy.

Edukasi Penting dalam Penggunaan Obat

Para peneliti menemukan bahwa banyak kasus keracunan bisa dihindari dengan edukasi pasien yang lebih baik. Penyebab dari kasus keracunan ini adalah kesalahan dalam dosis dan jadwal penggunaan obat yang tidak sesuai petunjuk.

Peresepan yang menyertakan tahapan penggunaan yang jelas dan edukasi di berbagai tingkatan dapat membantu mencegah terjadinya kesalahan pengobatan dan kasus keracunan obat.

Temuan penelitian ini dipublikasikan di Journal of Medical Toxicology, dan menjadi sorotan utama di majalah Significance yang diselenggarakan oleh Royal Statistical Society dan American Statistical Association.

Sumber: CNBC Indonesia

Source link