Berita  

Tanda Kiamat di Indonesia: Ahli UGM Bongkar Kebenarannya

Indonesia Menghadapi Krisis Iklim yang Nyata

Jakarta, CNBC Indonesia – Indonesia menghadapi krisis iklim yang nyata dengan meningkatnya dampak perubahan iklim yang semakin terasa. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), periode 2023-2025 merupakan tiga tahun terpanas dalam sejarah pengamatan modern. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) juga memperingatkan suhu rata-rata global pada 2026-2030 berpotensi naik di atas tingkat praindustri. Hal ini berdampak pada risiko cuaca ekstrem, kekeringan, banjir, dan gangguan pada sektor pangan dan kesehatan.

Penilaian Ahli Geografi Lingkungan UGM

Menurut Emilya Nurjani, Dosen Departemen Geografi Lingkungan UGM, Indonesia sudah memasuki fase krisis iklim yang memerlukan penanganan cepat dan terintegrasi. Perubahan iklim telah menimbulkan dampak besar terhadap kehidupan manusia, membawa negara ini ke dalam krisis iklim yang membutuhkan tindakan segera.

Emilya menyatakan bahwa meskipun target membatasi kenaikan suhu global telah disepakati dalam Paris Agreement pada 2015, target tersebut belum tercapai hingga saat ini. Kenaikan suhu global yang terjadi menunjukkan bahwa upaya pengurangan emisi karbon masih belum mampu menekan pemanasan global secara signifikan.

Dampak Perubahan Iklim di Indonesia

Perubahan iklim seperti kenaikan suhu udara telah memicu peningkatan kebutuhan air, proses penguapan yang lebih cepat, dan risiko kekeringan. Pola hujan yang sulit diprediksi juga menyebabkan pergeseran awal musim hujan dan kemarau. Intensitas hujan ekstrem yang meningkat berpotensi memicu banjir, tanah longsor, angin kencang, dan gelombang tinggi, berdampak besar pada sektor pertanian.

Strategi Menghadapi Krisis Iklim

Emilya menekankan pentingnya mengintegrasikan risiko perubahan iklim dalam perencanaan tata ruang wilayah. Pembangunan yang memperhatikan daya dukung lingkungan dapat mengurangi risiko banjir, menjaga daya resap air, dan mengurangi kerugian akibat urbanisasi yang tidak terkendali.

Untuk mengatasi tantangan perubahan iklim, kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat sangat diperlukan. Langkah-langkah mitigasi dan adaptasi seperti pengurangan emisi gas rumah kaca, pemanfaatan energi terbarukan, rehabilitasi ekosistem mangrove, dan peningkatan literasi iklim masyarakat dapat membantu Indonesia menghadapi krisis iklim yang sedang dihadapi saat ini.

Source link