Berita  

Penggantian Freon: AC dan Kulkas Siap Berkembang

Terobosan Baru: Gunakan Garam sebagai Pengganti Freon untuk Pendingin Ruangan

Jakarta, CNBC Indonesia – Para ilmuwan telah menemukan terobosan baru di bidang teknologi pendingin yang menawarkan cara inovatif untuk membuat ruangan tetap dingin tanpa menggunakan freon atau hydrofluorocarbon (HFC) yang berbahaya bagi lingkungan. Mereka kini sedang menguji penggunaan garam sebagai bahan utama dalam sistem pendingin.

Menurut laporan IFL Science yang dikutip pada Sabtu (18/7/2026), sistem pendingin biasanya menggunakan cairan khusus sebagai penghantar panas. Cairan tersebut diuapkan menjadi gas, dialirkan melalui sistem tertutup, dan kemudian dikondensasikan kembali menjadi cairan untuk proses pendinginan selanjutnya. Namun, bahan-bahan yang digunakan dalam proses tersebut memiliki dampak negatif terhadap lingkungan.

Mencairkan Es Tanpa Peningkatan Suhu

Peneliti dari Lawrence Berkeley National Laboratory di University of California, Berkeley telah mengembangkan model baru untuk menyerap dan memindahkan energi panas tanpa memerlukan proses peningkatan suhu. Mereka memanfaatkan konsep energi yang disimpan dan dilepas saat material berubah bentuk, mirip dengan proses es yang mencair lalu membeku lagi.

Dengan menjadikan garam sebagai salah satu bahan penting, para ilmuwan membentuk siklus ionocaloric. Garam, yang berisi partikel energi ion, membantu menyerap panas tanpa meningkatkan suhu sekitarnya. Proses ini mirip dengan penggunaan garam untuk mencegah pembentukan es di jalan raya pada musim dingin.

Uji Coba Berhasil dengan Garam Berbasis Nitrat

Dalam uji coba yang dilakukan, peneliti menggunakan campuran garam yang berbasis yodium dan natrium untuk mencairkan etilena karbonat. Cairan hasil dari proses ini juga digunakan dalam baterai lithium-ion, yang berarti proses pembuatannya tidak hanya bebas emisi namun juga berdampak positif untuk lingkungan.

Temperatur ruangan dapat berubah hingga 25 derajat Celcius hanya dengan penggunaan “charge” sebesar 1 volt. Peneliti kini sedang mengembangkan sistem praktis untuk menerapkan teknologi ini secara komersial dengan fokus pada penggunaan garam berbasis nitrat yang terbukti paling efisien dalam menarik panas dari ruangan.

Dengan adanya terobosan ini, diharapkan penggunaan garam sebagai pengganti freon dalam sistem pendingin dapat menjadi solusi yang efisien, aman, dan ramah lingkungan untuk digunakan di AC, kulkas, dan berbagai aplikasi pendingin lainnya.

Source link