Berita  

5 Raksasa Teknologi AS: Utang Membengkak hingga Rp 30 Triliun

Utang Raksasa Teknologi AS Akibat Pengembangan AI

Jakarta, CNBC Indonesia – Lima perusahaan raksasa teknologi Amerika Serikat (AS) seperti Alphabet milik Google, Microsoft, Amazon, Meta, dan Oracle dilaporkan terjerat utang akibat pengembangan kecerdasan buatan (AI) di perusahaan masing-masing. Total utang yang terakumulasi mencapai US$1,65 triliun (sekitar Rp 29.515 triliun) sebagaimana dilansir dari AI Weekly pada Rabu, 22 Juli 2026.

Fenomena Utang Meningkat Pesat

Menurut laporan dari Nikkei, utang tersebut tidak tercatat dalam neraca keuangan perusahaan-perusahaan tersebut. Bahkan, jumlah utang ini terus mengalami peningkatan yang signifikan, yakni delapan kali lipat dalam rentang waktu empat tahun.

Perkembangan ini terjadi seiring dengan peningkatan investasi pada industri AI dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai instrumen seperti sewa pusat data dan kontrak pasokan GPU menjadi kewajiban bagi perusahaan-perusahaan ini, meskipun tidak termasuk dalam pos utang resmi saat dihitung dalam ekuitas.

Konstruksi Utang di Luar Neraca Keuangan

Sebagai contoh, Meta diketahui memiliki kewajiban di luar neraca keuangan yang mencapai US$420 miliar (sekitar Rp 7.523 triliun), tiga kali lipat lebih besar dari yang tercatat dalam neraca resmi perusahaan. Penting untuk dicatat bahwa utang ini merupakan konstruksi dan tidak termasuk dalam pos akuntansi menurut Generally Accepted Accounting Principles (GAAP). Selain itu, laporan tersebut tidak secara spesifik mengungkapkan jumlah utang masing-masing perusahaan.

Demikianlah situasi utang raksasa teknologi AS akibat pengembangan AI yang menjadi sorotan terkini dalam dunia bisnis dan teknologi.

Source link