Berita  

Erupsi Gunung Berapi Lombok: Material Erupsi ke Bali-Jawa

Keterkaitan Letusan Gunung Samalas dengan Arkeologi Bali Kuno

Jakarta, CNBC Indonesia – Riset arkeologi di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyoroti hubungan antara perubahan lingkungan akibat letusan Gunung Samalas dan tinggalan arkeologis di Bali. Letusan pada 1257 Masehi ini meninggalkan jejak material vulkanik yang tersebar hingga Bali, membuka pandangan baru terhadap perubahan lingkungan dan kehidupan masyarakat Bali Kuno.

Melalui bukti arkeologis dan geologis, riset ini mengungkap dampak bencana alam terhadap perjalanan sejarah masyarakat dan pemerintahan di masa lampau.

Peran Penting Riset Arkeologi dalam Membaca Sejarah

Kepala Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra (Arbastra) BRIN, Heri Jogaswara, mengemukakan bahwa penelitian mengenai dampak letusan Gunung Samalas memiliki potensi besar untuk memperkaya pemahaman sejarah Nusantara. Kolaborasi lintas disiplin antara arkeologi dan geologi menjadi kunci dalam menganalisis jejak perubahan lingkungan dan kehidupan masyarakat masa lalu.

Dengan menggali temuan material erupsi Samalas di situs arkeologi di Bali, seperti Pura Gelang Agung di Pelaga, Badung Utara, peneliti dapat membaca perubahan yang terjadi pada masyarakat Bali Kuno. Lapisan tefra yang ditemukan pada kedalaman tertentu memungkinkan peneliti mengidentifikasi kerusakan struktur dan artefak yang diduga terkait dengan letusan Gunung Samalas.

Dampak Luas Letusan Gunung dan Relevansi bagi Masyarakat Masa Kini

Dampak letusan Gunung Samalas tidak hanya terbatas pada wilayah sekitar gunung itu sendiri. Marsis Sutopo, Ketua Perkumpulan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI), menegaskan bahwa bencana alam seperti ini dapat berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat, bahkan melibatkan berbagai aspek keberlangsungan permukiman, kerajaan, dan peradaban.

Ida Bagus Oka Agastya, Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bali, menambahkan bahwa letusan Gunung Samalas menjadi contoh bagaimana fenomena alam memengaruhi kehidupan lintas wilayah. Dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu seperti arkeologi dan geologi, pemahaman tentang respons masyarakat terdahap bencana alam di masa lalu memiliki relevansi yang penting dalam upaya mitigasi di masa kini.

Bencana letusan Gunung Samalas bukan hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga cerminan tentang ketahanan dan adaptasi masyarakat dalam menghadapi bencana alam yang dapat merambah berbagai aspek kehidupan sehari-hari.

Source link