Universitas Nurtanio & BRIN Kembangkan Drone Biomassa
Jakarta, CNBC Indonesia – Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk (PRBB) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Universitas Nurtanio (UNNUR) Bandung dalam mengembangkan dua prototipe pesawat nirawak. Kedua pesawat tersebut adalah Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Vertical Take-Off and Landing (VTOL) serta UAV Quadcopter.
Drone Biomassa untuk Keberlanjutan Lingkungan
Menurut Dosen di Prodi Teknik Penerbangan dan Wakil Rektor I UNNUR, Lies Banowati, kolaborasi ini menghasilkan UAV VTOL dengan struktur menggunakan komposit serat abaka dan serat Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) yang diperkaya dengan karbon aktif TKKS. Sedangkan UAV Quadcopter menggunakan material epoksi dengan komposit serat abaka dan karbon aktif bambu.
Keunggulan dari kedua prototipe ini terletak pada keberatannya yang ringan. Dalam pengujian, serat abaka terbukti memiliki kekuatan dan densitas yang relatif rendah, menjadikannya pilihan material alternatif yang potensial untuk drone komposit berbasis biomassa.
Manfaat Penggunaan Drone Biomassa
Drone VTOL dan quadcopter ini memiliki potensi besar dalam sektor pertanian dan perkebunan. Mampu digunakan untuk pemetaan, identifikasi hama, pengukuran kadar air di tanah, hingga distribusi obat-obatan ke daerah terpencil yang sulit dijangkau.
Peneliti Ahli Madya PRBB, Nidya Chitraningrum, menjelaskan bahwa kedua drone ini telah dilengkapi dengan kamera dan telah melewati serangkaian uji coba. Kemampuan terbangnya didukung oleh baterai lithium polymer (LiPo) dengan jarak tempuh antara 10 hingga 15 km.
Selain itu, Nidya juga menekankan bahwa potensi pengembangan drone berbasis biomassa ini dapat meningkatkan nilai tambah material di Indonesia. Dukungan bahan baku melimpah diharapkan dapat mendorong industri dalam negeri ke arah yang lebih berkelanjutan.
Melalui kolaborasi ini, drone VTOL berbasis biomassa telah didaftarkan untuk mendapatkan paten, sementara drone quadcopter telah resmi memperoleh paten pada tahun 2026. Harapannya, teknologi ini dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara luas di sektor industri.
Kolaborasi antara UNNUR dan BRIN tidak hanya memberikan manfaat bagi kedua lembaga, namun juga memberikan dampak positif bagi mahasiswa yang terlibat serta dapat meningkatkan akreditasi perguruan tinggi. UNNUR berharap dapat terus berkontribusi dalam pengembangan teknologi biomassa bersama dunia industri untuk menciptakan hasil hilirisasi yang lebih maksimal.












