Berita  

Penemuan ‘Harta Karun’ di Gunung Tangkuban Parahu: Fakta Terbaru







Penelitian BRIN Temukan Dinamika Sistem Hidrotermal di Gunung Tangkuban Parahu

Penelitian BRIN Temukan Dinamika Sistem Hidrotermal di Gunung Tangkuban Parahu

Jakarta, CNBC Indonesia – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap dinamika sistem hidrotermal dan gas-magmatik bawah tanah Gunung Tangkuban Parahu yang berkaitan dengan aktivitas letusan freatik. Hal ini diungkapkan Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Sumber Daya Geologi (PRSDG) BRIN, Syahreza Saidina Angkasa, dalam acara DIGDAYA #25 – Studium Generale Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran (FTG UNPAD) yang berlangsung secara hybrid pada Rabu (26/8). Kegiatan tersebut membahas tema “Revisiting Tectonics and Magmatism of Java and Sumatra” sebagai bentuk kerja sama dalam penyelenggaraan kegiatan ilmiah dan diseminasi hasil riset.

Karakteristik Sistem Hidrotermal dan Gas-Magmatik di Gunung Tangkuban Parahu

Syahreza secara mendalam mengulas karakteristik sistem hidrotermal dan gas-magmatik bawah tanah di Gunung Tangkuban Parahu. Penelitian kolaboratif antara BRIN, UNPAD, dan Akita University ini melibatkan observasi susunan lapisan tepra dan perubahan mineral akibat letusan gunung. Diketahui bahwa letusan freatik di Tangkuban Parahu menyebarkan material hingga radius 1,5 kilometer dari kawah, mengakibatkan perubahan warna serta transformasi mineral dalam batuan.

Penemuan Mineral Penting dan Suhu Air Panas

Penelitian ini berhasil mengidentifikasi berbagai jenis mineral seperti kuarsa, kristobalit, opal, alunit, dan penemuan mineral jarosit pertama kali pada Gunung Tangkuban Parahu. Hasil analisis menunjukkan suhu air panas di bawah tanah gunung berkisar antara 200 hingga 240 derajat Celcius akibat interaksi antara sistem hidrotermal dan gas magma.

“Ada tiga kemungkinan utama penyebab letusan di Tangkuban Parahu, yaitu letusan uap air panas murni, letusan akibat dorongan gas magma yang bercampur dengan air tanah, serta letusan karena akumulasi gas yang tersumbat di bawah kubah lava. Pemahaman ini krusial untuk memitigasi risiko letusan gunung di masa mendatang,” jelas Syahreza.

Kerja Sama Riset dan Pengembangan Ilmu Kebumian

Kepala Pusat Riset Sumber Daya Geologi BRIN, Iwan Setiawan, mengundang mahasiswa dan akademisi untuk bergabung dalam program magang BRIN guna mendorong kemajuan sains kebumian. Dekan FTG UNPAD, Boy Yoseph Cahya Sunan Sakti Syah Alam, menegaskan bahwa kerjasama dengan BRIN membantu dalam memajukan riset kebumian dan membimbing peneliti muda memahami proses alam yang dinamis.

Artikel ini disadur dari sumber CNBC Indonesia.


Source link